Taliban Berharap Trump Menang Pilpres AS

Minggu, 11 Oktober 2020 - 07:50 WIB
loading...
A A A
Pemerintahan Trump menandatangani pakta bersejarah dengan Taliban pada Februari lalu di mana AS dan sekutunya menetapkan jadwal penarikan pasukan AS pada musim semi 2021. Pakta tersebut juga mengharuskan Taliban untuk melepaskan diri dari al-Qaeda dan merundingkan kesepakatan pembagian kekuasaan dengan pemerintah Afghanistan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bulan lalu menegaskan kembali bahwa AS akan melakukan penarikan penuh dari Afghanistan pada April atau Mei 2021. Ia menegaskan hal itu setelah bertemu dengan salah satu pendiri Taliban dan wakil politik Mullah Abdul Ghani Baradar di Doha, Qatar.(Baca juga: Mei 2021, AS Tarik Seluruh Pasukan dari Afghanistan )

Pemerintahan Obama tidak berhasil dalam upayanya untuk menengahi kesepakatan diplomatik serupa. Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengatakan pada "Face the Nation" pada bulan Februari bahwa AS harus mundur tetapi juga mempertahankan sisa kekuatan dari beberapa ribu orang untuk memastikan AS memiliki tempat di mana mereka dapat beroperasi jika al-Qaeda atau ISIS mendapatkan kapasitas untuk menyerang AS.

Minggu ini, Presiden Trump mengatakan semua pasukan harus "pulang sebelum Natal", meskipun tidak jelas apakah itu benar-benar diharapkan terjadi atau apakah ia hanya ingin mengulangi posisinya tentang keinginan untuk membawa pulang pasukan.

"Kita harus memiliki sisa jumlah kecil Pria dan Wanita pemberani kita yang bertugas di Afghanistan kembali ke rumah sebelum Natal," tweetnya.(Baca juga: Trump Ingin Tarik Semua Pasukan AS di Afghanistan Sebelum Natal )

Garis waktu itu bertentangan dengan saran dari komandan militer AS, yang tidak percaya bahwa akan aman untuk mengurangi jumlah pasukan di bawah 4.500 kecuali jika Taliban memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan mengurangi tingkat kekerasan. Juga tidak jelas bagaimana hal itu akan mempengaruhi pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan negosiator Taliban di Qatar.

Warga sipil terus terperangkap dalam kekerasan yang sedang berlangsung di Afghanistan, banyak menjadi korban dalam serangan Taliban. Dari 1 Januari hingga 30 Juni tahun ini, Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) mendokumentasikan 2.176 korban luka jatuh di kalangan sipil dan 1.282 warga sipil tewas akibat konflik tersebut.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved