Putin Serukan Diakhirinya Perang Armenia vs Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 07:07 WIB
loading...
Putin Serukan Diakhirinya...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS/File Photo
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak pihak-pihak yang bertikai dalam sengketa wilayah Nagorno-Karabakh untuk segera menghentikan permusuhan. Dia juga menyerukan kedua pihak saling bertukar tahanan dan jenazah yang telah terbunuh dalam perang.

Seruan Putin disampaikan ketika melakukan panggilan telepon dengan pemimpin Azerbaijan dan Armenia pada hari Kamis. (Baca: Jet F-16 Turki Ditempatkan di Azerbaijan untuk Gentarkan Armenia )

"Setelah serangkaian percakapan telepon dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, presiden Rusia menyerukan diakhirinya permusuhan di zona konflik Nagorno-Karabakh karena alasan kemanusiaan agar menukar tahanan dan mayat jenazah yang terbunuh," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (9/10/2020).

Rusia juga mengundang diplomat top kedua negara yang berperang tersebut untuk melakukan pembicaraan.

"Menteri luar negeri Azerbaijan dan Armenia diundang ke Moskow pada 9 Oktober untuk mengadakan konsultasi tentang masalah-masalah ini dengan mediasi Menteri Luar Negeri Rusia," lanjut pernyataan Kremlin.

Pernyataan itu muncul setelah beberapa seruan dari Rusia untuk gencatan senjata di wilayah tersebut dikeluarkan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menguraikan bahwa penyelesaian diplomatik di Nagorno-Karabakh harus dimulai dengan gencatan senjata tanpa prasyarat.

Seruan untuk mengakhiri permusuhan di Nagorno-Karabakh telah disuarakan oleh banyak anggota komunitas internasional, termasuk Rusia, Prancis, Jerman, Amerika Serikat dan PBB. (Baca: Pasukan Armenia Hujani Desa-desa Azerbaijan dengan Rudal dan Artileri )

Turki menyatakan dukungannya kepada Azerbaijan, sementara Armenia menuduh Ankara mengirim penasihat militer untuk konflik, tindakan yang dibantah oleh Turki.

Wilayah Nagorno-Karabakh menjadi medan konflik sejak 27 September, di mana Yerevan dan Baku saling menuduh memicu permusuhan militer. Menurut Sekretaris Ketiga Misi Azerbaijan untuk PBB, sedikitnya 30 warga sipil Azerbaijan telah tewas dan 144 luka-luka dalam konflik tersebut.

Ombudsman Nagorno-Karabakh Artak Beglaryan mengatakan bahwa setidaknya 18 warga sipil tewas di wilayah konflik tersebut setelah permusuhan pecah. (Baca juga: Rusia Tegaskan Perjanjian Militer dengan Armenia Tak Berlaku di Nagorno-Karabakh )

Di antara warga sipil yang terluka adalah beberapa jurnalis, termasuk seorang blogger Rusia; Yuri Kotenok, yang terluka parah dalam serangan di gereja Ghazanchetsots.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Armenia Anna Naghdalyan, tiga orang Rusia menderita luka-luka, di antaranya dua wartawan dan seorang pemandu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved