Lawan China, AS Butuh Lebih dari 500 Kapal Perang

Kamis, 08 Oktober 2020 - 00:08 WIB
loading...
A A A
Proyek China Power di Pusat Kajian Strategis dan Internasional memperkirakan bahwa China dapat memiliki 425 kapal angkatan perang pada tahun 2030. Angkatan Laut AS saat ini memiliki kekuatan tempur sebanyak 296 kapal.

"Amerika Serikat harus siap untuk mencegah konflik, dan jika perlu, berjuang dan menang di laut," kata Esper.

Untuk mempertahankan overmatch saat China tumbuh lebih kuat, dia mengatakan bahwa Angkatan Laut AS membutuhkan kekuatan angkatan laut yang lebih besar dan lebih bervariasi. Ia pun memaparkan beberapa detail spesifik.

Dia mengatakan layanan tersebut membutuhkan kekuatan kapal selam yang lebih besar dan mempunyai kemampuan mumpuni dari 70-80 kapal selam.

Esper mencirikan kapal selam serang sebagai platform serangan yang paling dapat bertahan dalam konflik kekuatan besar di masa depan dan menekankan perlunya Angkatan Laut untuk mulai membangun tiga kapal selam kelas Virginia setahun sesegera mungkin.

Armada masa depan yang diusulkan akan mencakup delapan hingga 11 kapal induk bertenaga nuklir - armada saat ini memiliki 11 - didukung oleh hingga enam kapal induk ringan. Kapal induk ringan dapat menangani misi sehari-hari, membebaskan kapal induk yang lebih besar untuk pertempuran kelas atas.

Esper juga menyerukan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan tingkat mematikan sayap udara kapal induk, yang menurutnya perlu terdiri dari aset penerbangan berawak dan tak berawak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved