Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata

Senin, 05 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Mungkinkan pemilu presiden AS akan ditunda? Untuk menunda pemilu presiden, baik Senat yang dikuasai Partai Republik dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dikuasai Partai Demokrat, harus menyepakati penundaan terlebih dahulu.

“Saya tidak melihat akan adanya penundaan,” kata Capri Cafaro, mantan anggota Senat negara bagian Ohio yang mengajar di American University. “Partai Demokrat yang menguasai DPR tidak akan ingin menunda pemilu,” paparnya.

Tidak ada dalam sejarah AS terjadi penundaan pemilu. Pada saat Perang Sipil antara Utara dan Selatan, pemilu 1864 tetap digelar sesuai dengan jadwal dengan Abraham Lincoln menjadi pemenang. (Baca juga: Waspadalah, PHK Massal Imbas dari Kenaikan Harga Pokok)

Yang jelas, banyak jadwal kampanye Trump akan dibatalkan seperti kunjungan di Minnesota, Pennsylvania, Virginia, Georgia, Florida dan North Carolina. Tim kampanye juga tak banyak bergerak karena banyak di antara mereka juga harus menjalani karantina karena pernah kontak dengan Trump. Operasional kampanye Trump terganggu total.

Kehadiran Trump pada debat capres mendatang juga akan diragukan. Debat dengan format balai kota itu akan memberikan kesempatan masyarakat bertanya langsung pada 15 Oktober di Miami, Florida. Bisa jadi, debat itu dilaksanakan melalui konferensi video, tetapi itu sangat bergantung pada kesehatan presiden saat itu. Untuk menentukan jadwal kampanye, maka perlu undang-undang yang harus melalui DPR dan Senat.

Ketika Trump sudah dinilai tidak layak dari segi kesehatan, mungkinkan dia bisa digantikan oleh orang lain? Partai Republik dan Partai Demokrat memiliki aturan jelas untuk mengisi kekosongan tiket presiden. (Lihat videonya: Lawan Covid-19, Pakai Masker Berfiltrasi Baik)

Dalam kasus Partai Republik, sebanyak 168 anggota Komite Nasional Republik (RNC) harus memberikan suaranya untuk kandidat yang akan dipilih sebagai pengganti. RNC juga harus menggelar konvensi nasional yang dihadiri 2.500 delegasi untuk memilih kandidat baru. Cuma waktu tidak memungkinkan hal tersebut bisa terjadi.

Siapa yang mendapatkan dukungan mayoritas adalah pengganti capres. Sedangkan di Partai Demokrat, kandidat capres baru dipilih hampir 450 anggota Komite Nasional Demokrat. (Andika Hendra M)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Menhan Israel Puas Gaza...
Menhan Israel Puas Gaza Hancur: Senang, Bukan?
Rekomendasi
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved