China Tuding AS Ingin Bawa Dunia Kembali ke 'Zaman Hutan'

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 06:29 WIB
loading...
China Tuding AS Ingin...
Ketegangan antara AS dan China terbawa hingga ke PBB. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - China menuduh Amerika Serikat (AS) "memalsukan kebohongan" dan berusaha membawa dunia kembali ke "zaman hutan" setelah Washington menyalahkan Beijing dan badan-badan PBB atas pembunuhan jutaan bayi perempuan.

Menteri Pendidikan AS Betsy DeVos dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis, keduanya menuduh China memaksa Uighur dan minoritas lainnya untuk aborsi paksa, sterilisasi paksa, dan implantasi paksa perangkat kontrasepsi.(Baca juga: AS: China Harus Bersanding dengan Kami Jika Ingin Dianggap Kekuatan Besar )

Seorang juru bicara misi PBB China di New York mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pernyataan itu palsu belaka.

"Beberapa politisi AS berbohong dan menipu sebagai kebiasaan," kata juru bicara itu.

"Mereka dengan jahat menciptakan konfrontasi politik dan merusak kerja sama multilateral. Amerika Serikat, melawan tren zaman, menjadi penghancur terbesar tatanan internasional yang ada dan mencoba segala cara untuk membawa dunia kembali ke 'zaman hutan'," ujarnya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (3/10/2020).

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) pada hari Jumat mengatakan menyesali tuduhan DeVos, yang dibuat pada pertemuan Majelis Umum PBB pada hari Kamis pada peringatan konferensi wanita 1995.

Direktur Eksekutif UNFPA Natalia Kanem mengatakan kepada wartawan bahwa setiap pemaksaan terhadap perempuan bertentangan dengan praktik dan kebijakan lembaga itu.

"Kami memberikan prioritas tertinggi pada kesehatan seksual dan reproduksi sukarela, hak, dan prosedur," katanya.

"Kami telah mengundang peninjauan, dalam kasus UNFPA, praktik dan prosedur kami di negara China, dan selama empat tahun terakhir, Amerika Serikat belum mengunjungi program kami," ia mengungkapkan.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memotong dana untuk UNFPA pada 2017, dengan mengatakan itu organisasi itu mendukung program aborsi paksa atau sterilisasi paksa. PBB pun mengatakan bahwa itu adalah persepsi yang tidak akurat.(Baca juga: Rusia Pilih Trump, China Dukung Biden )

Ketegangan antara AS dan China yang telah lama membara telah mencapai titik didih di PBB terkait pandemi virus Corona, menyoroti upaya Beijing untuk mendapatkan pengaruh multilateral yang lebih besar sebagai tantangan bagi kepemimpinan tradisional Washington.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved