UEA Didenda AS Karena Langgar Zona Larangan Terbang Iran

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 23:01 WIB
loading...
UEA Didenda AS Karena...
Pesawat milik maskapai Emirates. Foto/REUTERS
A A A
DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) didenda USD400.000 oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat (AS) karena melanggar larangan terbang di wilayah udara Iran , termasuk daerah di atas Teluk dan Teluk Oman yang diterapkan saat ketegangan politik antara AS dan Iran tahun lalu.

Setengah dari denda itu akan dihapus jika maskapai Emirates menghindari pelanggaran serupa selama setahun.

Departemen itu menyatakan penerbangan yang memakai kode JetBlue Airways, tanda bahwa JetBlue dapat menjual tiket kursinya jika itu memang pesawat JetBlue. JetBlue berbasis di New York.

Ketentuan itu membuat penerbangan itu menjadi subyek larangan AS untuk terbang di wilayah udara Iran, termasuk kawasan di atas Teluk dan Teluk Oman.

UEA bersedia membayar denda itu dan menyelesaikan masalah itu meski mereka tidak yakin dengan pelanggaran itu harus mendapat sanksi. UEA juga sepakat menghentikan semua penerbangna di wilayah udara Iran kecuali dua kali sehari ke Teheran. (Baca Juga: Trump Covid-19, Ini Politisi Dunia yang Pernah Terinfeksi Corona)

Departemen Transportasi As menyatakan pihaknya menganggap pelanggaran itu secara serius. “Denda itu sebagai penangkal kuat terhadap praktek melanggar hukum serupa oleh Emirates dan maskapai lain,” papar pernyataan otoritas AS. (Baca Infografis: Donald Trump dan Istri Umumkan Positif Covid-19 Lewat Twitter)

AS menerapkan larangan memasuki wilayah udara Iran pada Januari setelah AS membunuh Komandan Pasukan Quds Iran Qasem Soleimani di ibu kota Baghdad, Irak. (Lihat Video: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Terus Mencari WNI Sandera Abu Sayyaf di Filipina)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved