Racuni 25 Siswa, Guru TK Divonis Hukuman Mati
Selasa, 29 September 2020 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Wang sebelumnya pernah ditangkap saat mencoba meracuni suaminya, yang bermarga Feng, pada Februari 2017 setelah bertengkar. Pada kesempatan itu, Wang menuangkan nitrit ke dalam gelas yang digunakan Feng hingga menyebabkan luka ringan.(Baca juga: Pria Pencemburu Ini Racuni Mantan Istri, Bayinya Ikut Tewas karena Minum ASI )
Pada saat keracunan di taman kanak-kanak pada 2019 itu, salah satu orang tua mengatakan kepada tabloid milik pemerintah China, Global Times, bahwa dia telah menerima telepon dari taman kanak-kanak yang mengatakan bahwa anaknya telah muntah dan pingsan. Ketika dia tiba, anaknya tidak sadarkan diri.
"Muntahan itu ada di seluruh celana (mereka). Ada anak-anak lain yang juga muntah, dan mereka tampak pucat," kata ayah bermarga Li itu.
Hukuman Wang dijatuhkan di tengah tuduhan baru tentang penganiayaan anak-anak di sebuah taman kanak-kanak di China utara.
Delapan orang tua mengklaim telah menemukan bekas jarum yang tidak diketahui di kepala dan tubuh anak-anak mereka setelah mereka kembali dari Taman Kanak-kanak Zhaojun Dingqi di Hohhot, di wilayah otonom Mongolia Dalam, kata media pemerintah Xinhua.
Menurut Xinhua, ketika ditanya tentang lubang jarum, anak-anak mengatakan kepada orang tua mereka bahwa guru mereka menusuk mereka dengan "tusuk gigi" dan "jarum merah" karena tidak berperilaku baik di kelas - dan memerintahkan mereka untuk tidak memberi tahu keluarga mereka.
Pada saat keracunan di taman kanak-kanak pada 2019 itu, salah satu orang tua mengatakan kepada tabloid milik pemerintah China, Global Times, bahwa dia telah menerima telepon dari taman kanak-kanak yang mengatakan bahwa anaknya telah muntah dan pingsan. Ketika dia tiba, anaknya tidak sadarkan diri.
"Muntahan itu ada di seluruh celana (mereka). Ada anak-anak lain yang juga muntah, dan mereka tampak pucat," kata ayah bermarga Li itu.
Hukuman Wang dijatuhkan di tengah tuduhan baru tentang penganiayaan anak-anak di sebuah taman kanak-kanak di China utara.
Delapan orang tua mengklaim telah menemukan bekas jarum yang tidak diketahui di kepala dan tubuh anak-anak mereka setelah mereka kembali dari Taman Kanak-kanak Zhaojun Dingqi di Hohhot, di wilayah otonom Mongolia Dalam, kata media pemerintah Xinhua.
Menurut Xinhua, ketika ditanya tentang lubang jarum, anak-anak mengatakan kepada orang tua mereka bahwa guru mereka menusuk mereka dengan "tusuk gigi" dan "jarum merah" karena tidak berperilaku baik di kelas - dan memerintahkan mereka untuk tidak memberi tahu keluarga mereka.
Lihat Juga :