Pakar: Ketegangan Berkelanjutan AS-China Berbahaya bagi Dunia

loading...
Pakar: Ketegangan Berkelanjutan AS-China Berbahaya bagi Dunia
Ilustrasi
A+ A-
WASHINGTON - Ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China saat ini, menurut sejumlah pakar akan berbahaya bagi dunia. Para pakar menilai, ketegangan ini disebabkan oleh kebijakan tidak bersahabat AS.

Susan M. Elliott, presiden dan CEO Komite Nasional Kebijakan Luar Negeri Amerika, memperingatkan bahwa memburuknya hubungan AS-China tidak hanya akan berdampak pada kedua negara, tetapi juga pada semua negara di dunia.

(Baca: Tak Terpengaruh Video Propaganda China, Latihan Militer AS Jalan Terus )

Elliott menyarankan agar kedua negara terlibat dalam negosiasi dan dialog konstruktif, dan bekerja sama untuk menjadi pemimpin dalam mendukung norma dan sistem internasional.



"Kedua negara juga perlu bekerja sama melalui jalur diplomatik dan swasta untuk mengembangkan diagnostik, perawatan dan vaksin Covid-19 yang efektif," ucapnya, seperti dilansir Xinhua.

Sementara itu, Wang Wen, kepala Institut Riset Keuangan Universitas Renmin China mengatakan, AS harus belajar menyesuaikan diri dengan China yang terus berkembang. Wang menyarankan agar para intelektual dari kedua belah pihak harus berperan aktif dalam mendorong dialog antara kedua pemerintah dan kerja sama antara kedua negara.

Stephen Orlins, presiden Komite Nasional Hubungan AS-China, memperingatkan bahwa pemerintah AS saat ini perlu berhenti mendistorsi dan membesar-besarkan tindakan China dan berhenti memandang Beijing sebagai pesaing strategis.



(Baca: Viral, Tentara China Menangis di Perbatasan India dan Jadi Olok-olokan )

"China tidak menimbulkan ancaman eksistensial bagi Amerika, negara kami atau cara hidup kami. Jangan biarkan kebohongan bahwa hubungan antara kedua negara kita gagal terjadi, karena telah berhasil dengan cara yang terlalu banyak untuk disebutkan," katanya.

"Kedua negara dapat mengambil langkah timbal balik, seperti memulai kembali dialog strategis dan ekonomi, dan bekerja sama melawan ancaman bersama bagi umat manusia seperti perubahan iklim, terorisme, krisis ekonomi global dan pandemi Covid-19 saat ini, tambahnya.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top