Orang Terkaya China, Jack Ma Turun Takhta Shanshan Naik Kasta
Sabtu, 26 September 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Industri teknologi memang masih menjadi sektor terfavorit bagi kalangan calon pebisnis. Sebelumnya Coling Zheng Huang juga sukses menjadi orang terkaya kedua di China pada Juni setelah bisnis e-commerce miliknya Pinduoduo melejit di bursa saham. Mantan pegawai Google Inc itu memiliki kekayaan sekitar USD45,4 miliar. Tapi kini kekayaannya turun menjadi sekitar USD26,5 miliar.
Dalam lima tahun kiprahnya di dunia e-commerce, Pinduoduo berhasil mengalahkan JD.com sebagai ritel online terbesar kedua di China di belakang Alibaba. Popularitasnya kian meroket setelah China memberlakukan lockdown akibat virus corona sehingga konsumen lebih banyak berbelanja secara online.
Saham Pinduoduo juga naik dua kali lipat pada semester awal tahun ini bila dibandingkan dengan semester awal tahun lalu. Berdasarkan laporan Caixin Global, pangsa pasar Pinduoduo meningkat tajam pada bulan ini menyusul gencarnya promosi belanja tahunan. Jumlah ordernya disebut melampaui 1,1 miliar dalam sehari.
Saat ini Pinduoduo memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD104 miliar dengan pelanggan aktif mencapai 628 juta akun. Huang pun punya saham sebesar 45% di perusahaan itu yang mengantarkannya masuk dalam jajaran atas orang terkaya di China. Dia bahkan menjadi orang terkaya ke-23 di dunia pada bulan Juni.
Namun seperti dilansir Asia Times, Pinduoduo masih jauh dari kata sukses secara bisnis. Faktanya Pinduoduo mengalami kerugian bersih sebesar USD581,8 juta pada kuartal pertama (Q1) 2020. Kenaikan Huang ke panggung miliarder juga mengundang berbagai reaksi dari para pengguna internet di China. (Baca juga: Penjelasan BMKG Mengenai Fenomena Hujan Es)
“Pinduoduo dikenal sejak awal sebagai platform penjualan barang-barang bajakan,” kata seorang warga China yang tak mau disebutkan namanya. Sejumlah warga China yang lain juga mengungkapkan pernyataan serupa. Mereka tidak menyangka Pinduoduo akan sesukses sekarang hingga menyaingi Alibaba.
Dalam lima tahun kiprahnya di dunia e-commerce, Pinduoduo berhasil mengalahkan JD.com sebagai ritel online terbesar kedua di China di belakang Alibaba. Popularitasnya kian meroket setelah China memberlakukan lockdown akibat virus corona sehingga konsumen lebih banyak berbelanja secara online.
Saham Pinduoduo juga naik dua kali lipat pada semester awal tahun ini bila dibandingkan dengan semester awal tahun lalu. Berdasarkan laporan Caixin Global, pangsa pasar Pinduoduo meningkat tajam pada bulan ini menyusul gencarnya promosi belanja tahunan. Jumlah ordernya disebut melampaui 1,1 miliar dalam sehari.
Saat ini Pinduoduo memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD104 miliar dengan pelanggan aktif mencapai 628 juta akun. Huang pun punya saham sebesar 45% di perusahaan itu yang mengantarkannya masuk dalam jajaran atas orang terkaya di China. Dia bahkan menjadi orang terkaya ke-23 di dunia pada bulan Juni.
Namun seperti dilansir Asia Times, Pinduoduo masih jauh dari kata sukses secara bisnis. Faktanya Pinduoduo mengalami kerugian bersih sebesar USD581,8 juta pada kuartal pertama (Q1) 2020. Kenaikan Huang ke panggung miliarder juga mengundang berbagai reaksi dari para pengguna internet di China. (Baca juga: Penjelasan BMKG Mengenai Fenomena Hujan Es)
“Pinduoduo dikenal sejak awal sebagai platform penjualan barang-barang bajakan,” kata seorang warga China yang tak mau disebutkan namanya. Sejumlah warga China yang lain juga mengungkapkan pernyataan serupa. Mereka tidak menyangka Pinduoduo akan sesukses sekarang hingga menyaingi Alibaba.