Irak Ingin Bangun Reaktor Nuklir untuk Tujuan Riset

Jum'at, 25 September 2020 - 23:03 WIB
loading...
Irak Ingin Bangun Reaktor...
Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa Al-Kadhimi. Foto/twitter/iraqipmo
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa Al-Kadhimi memerintahkan pembentukan komite yang bertugas membangun reaktor nuklir untuk tujuan riset.

Pernyataan itu diungkapkan Otoritas Regulator Sumber Radioaktif Irak (IRSRA). Kepala IRSRA Hussein Latif menyatakan PM Al-Kadhimi menyadari pentingya isu energi atom, setelah berdiskusi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Al-Kadhimi dijadwalkan untuk mengunjungi Prancis bulan depan, sebagai bagian dari tur Eropa.

Latif menambahkan bahwa, “ Irak melihat ke depan untuk memulihkan posisinya dalam sains nuklir, yang dimiliki pada 1970-an dan 1980-an.”

Pernyataan itu menyoroti resolusi terbaru Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung keinginan damai Irak di bidang nuklir.

“Reaktor itu dapat membantu memproduksi isotop medis dan farmasi, untuk diterapkan dalam pertanian dan industri seperti iradiasi benih, sterilisasi nuklir pada serangga untuk kontrol hama, dan produksi isotop radiaktif dengan berbagai manfaat industri,” ujar Latif.

Fasilitas nuklir yang membutuhkan waktu lima tahun untuk pembangunan itu juga dapat membantu mengatasi krisis listrik di Irak yang baru-baru ini memicu kemarahan publik. (Baca Juga: Raja Malaysia Dirawat di Rumah Sakit, Pertarungan Kekuasaan Berlarut)

Fasilitas nuklir terakhir di Irak dibangun dengan bantuan Prancis namun pada 1981 reaktor Osirak diserang oleh Israel dengan alasan saat itu Presiden Irak Saddam Hussein berupaya membantu senjata nuklir. (Baca Infografis: Macron-Rusia: Beri Kami Jawaban atau Tanggung Akibat)

Serangan itu dikecam dalam resolusi 487 Dewan Keamanan PBB yang menyatakan lokasi itu disetujui oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Israel tetap menolak mengonfirmasi apakah memiliki senjata nuklir atau tidak. (Lihat Video: Polisi Segel Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved