Anwar Ibrahim Selangkah Menuju Kursi PM
Kamis, 24 September 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan konferensi pers, Anwar juga mengkritik pemerintahan yang tidak stabil saat ini tidak mampu mengendalikan krisis yang menyebabkan resesi ekonomi dan ketegangan rasial. “Kita tidak melihat adanya upaya mobilisasi sumber daya negara dan kemampuan untuk menghadapi krisis yang ada di depan,” katanya. Justru yang terlibat, menurut dia, pemerintah membagikan berbagai posisi, penunjukkan dan kontrak.
Anwar menyatakan, publik sulit mengetahui apa yang dilakukan 70 menteri karena tidak pernah ada informasi tentang apa yang dilakukan di kabinet. “Setelah tujuh bulan berkuasa, PM tidak pernah melakukan konferensi pers setelah rapat kabinet,” kritiknya. (Baca juga: Riau Jadi Pusat Perhatian Penanganan Karhutla)
Klaim pemimpin oposisi itu setelah kurang dari tujuh bulan Muhyiddin memipin Malaysia karena kejatuhan pemerintahan Mahathir Mohamad. Kantor PM Malaysia tidak merespons tentang pernyataan Anwar. Muhyiddin dianggap merebut kekuasaan dari koalisi berkuasa memanfaatkan sejumlah anggota parlemen yang membelot. Tapi, kekuasaan PM Muhyiddin dinilai sangat rentan karena memiliki mayoritas ramping di parlemen.
Namun, banyak spekulasi kalau PM Muhyiddin bisa jadi akan meminta pembubaran parlemen untuk melaksanakan pemilu dipercepat sehingga dia bisa memperoleh mandat penuh.
Bagaimana bentuk pemerintahan mendatang yang dipimpin Anwar? “Pemerintah akan merepresentasikan seluruh rakyat dengan meyoritas Melayu-Bumiputra dan representasi adil bagi seluruh ras di negara ini,” jamin Anwar.
Dia juga berkomitmen menegakkan prinsip konstitusi dan mengakui posisi Islam, serta kedaulatan penguasa Melayu. “InshaAllah saya akan berjanji membuat Malaysia sebagai negara yang sejahtera damai untuk seluruh seluruh rakyatnya,” janjinya. (Baca juga: Penting Deteksi Dini Dan Kenali Gejala Pikun)
Anwar menyatakan, publik sulit mengetahui apa yang dilakukan 70 menteri karena tidak pernah ada informasi tentang apa yang dilakukan di kabinet. “Setelah tujuh bulan berkuasa, PM tidak pernah melakukan konferensi pers setelah rapat kabinet,” kritiknya. (Baca juga: Riau Jadi Pusat Perhatian Penanganan Karhutla)
Klaim pemimpin oposisi itu setelah kurang dari tujuh bulan Muhyiddin memipin Malaysia karena kejatuhan pemerintahan Mahathir Mohamad. Kantor PM Malaysia tidak merespons tentang pernyataan Anwar. Muhyiddin dianggap merebut kekuasaan dari koalisi berkuasa memanfaatkan sejumlah anggota parlemen yang membelot. Tapi, kekuasaan PM Muhyiddin dinilai sangat rentan karena memiliki mayoritas ramping di parlemen.
Namun, banyak spekulasi kalau PM Muhyiddin bisa jadi akan meminta pembubaran parlemen untuk melaksanakan pemilu dipercepat sehingga dia bisa memperoleh mandat penuh.
Bagaimana bentuk pemerintahan mendatang yang dipimpin Anwar? “Pemerintah akan merepresentasikan seluruh rakyat dengan meyoritas Melayu-Bumiputra dan representasi adil bagi seluruh ras di negara ini,” jamin Anwar.
Dia juga berkomitmen menegakkan prinsip konstitusi dan mengakui posisi Islam, serta kedaulatan penguasa Melayu. “InshaAllah saya akan berjanji membuat Malaysia sebagai negara yang sejahtera damai untuk seluruh seluruh rakyatnya,” janjinya. (Baca juga: Penting Deteksi Dini Dan Kenali Gejala Pikun)
Lihat Juga :