Terburuk dalam Sejarah: Hampir 500 Paus Pilot Terdampar di Australia, 380 Mati

Kamis, 24 September 2020 - 08:11 WIB
loading...
A A A
Ahli biologi satwa liar Program Konservasi Laut Kris Carlyon mengatakan kasus paus terdampar massal terbaru ini adalah yang terbesar di Australia dalam hal jumlah dan binatang yang mati.

Carlyon mengatakan mengapa paus terdampar adalah misteri. Bintang itu mungkin telah ditarik ke pantai untuk diberi makan atau oleh kesalahan navigasi satu atau dua paus, yang menyebabkan paus lainnya mengikuti.

"Sangat mungkin ini adalah peristiwa terdampar dari kelompok besar. Ini akan menjadi satu kelompok besar di lepas pantai," ujarnya.

Ilmuwan kelautan Vanessa Pirotta mengatakan ada sejumlah alasan potensial mengapa paus bisa terdampar, termasuk kesalahan navigasi.

"Mereka memiliki sistem sosial yang sangat kuat, hewan-hewan ini terikat erat dan itulah mengapa kami telah melihat begitu banyak kasus ini sayangnya dalam situasi ini," terang Pirotta.

"Dan menyelamatkan mereka tidak selalu berhasil karena mereka ingin kembali ke pod, mereka mungkin mendengar akustik untuk vokalisasi suara yang dibuat orang lain, atau mereka hanya mengalami disorientasi dan dalam hal ini sangat tertekan, dan mungkin sangat lelah sehingga dalam beberapa kasus mereka tidak tahu di mana mereka berada," tambahnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Penumpang Indonesia...
Penumpang Indonesia ke Australia Kini Bisa Nikmati Kelas Economy Plus di Qantas
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
19 Orang Tewas dalam...
19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba
Rekomendasi
Test Drive Wuling BinguoS...
Test Drive Wuling BinguoS di Liuzhou: Tongkrongan Crossover, Beda Banget dengan Versi Standar!
Guest House Makiyyah...
Guest House Makiyyah 2 Pangandaran Dibuka, Perkuat Layanan untuk Jemaah Haji-Umrah
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Tony Blair di Kertanegara Senin Malam Bahas Apa?
Berita Terkini
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
Infografis
6 Harimau Malaya Mati...
6 Harimau Malaya Mati dalam Kecelakaan di Jalan Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved