Tunisia: PBB Telah Gagal Pastikan Hak-hak Warga Palestina
Rabu, 23 September 2020 - 18:16 WIB
loading...
Presiden Tunisia, Kais Saied mengatakan, PBB telah gagal menjamin hak-hak warga Palestina untuk memulihkan wilayah mereka. Foto/REUTERS
A
A
A
TUNIS - Presiden Tunisia , Kais Saied mengatakan, PBB telah gagal menjamin hak-hak warga Palestina untuk memulihkan wilayah mereka. Hal itu disampaikan Saied saat berbicara di Sidang Majelis Umum PBB.
Saied, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-75, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (23/9/2020), mengatakan bahwa hak-hak warga Palestina atas tanah mereka sendiri belum terwujud sepanjang sejarah berdirinya PBB.
Mengenai politik dunia, dia mengatakan hubungan internasional tidak bisa lagi diatur oleh prinsip yang sama pada abad sebelumnya. “Sudah waktunya untuk berpikir bersama tentang masa depan umat manusia dan untuk menghilangkan ketidakadilan di dunia,” ucapnya. ( Baca juga: Di Sidang PBB, Presiden China Ungkap Munculnya Virus Corona Akibat Kutukan )
Selain Tunisia, sejumlah negara juga turut menyinggung masalah Palestina di Sidang Majelis Umum PBB. Turki, Yordania, Qatar dan Indonesia adalah sejumlah negara yang turut mengangkat isu Palestina dalam pertemuan tahunan, yang kali ini digelar secara virtual itu.
Terkait dengan Turki, sebelumnya diwartakan pidato Presiden Turki, Tayyip Erdogan membuat Israel marah dan meninggalkan ruang sidang. Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan pergi saat Erdogan mengecam kebijakan penindasan, kekerasan dan intimidasi Israel terhadap Palestina.
"Tangan kotor yang mencapai privasi Yerusalem, tempat tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan keberaniannya," kata Erdogan. ( Baca juga: Berbahasa Indonesia, Presiden Jokowi Sampaikan 3 Pokok Pikiran di Sidang Umum ke-75 PBB )
"Rakyat Palestina telah menentang kebijakan penindasan, kekerasan, dan intimidasi Israel selama lebih dari setengah abad. Atas penolakan dokumen penaklukan, yang coba diberlakukan pada Palestina dengan nama 'Kesepakatan Abad Ini', Israel kali ini mempercepat upayanya untuk memiliki jalur dalam dengan bantuan kolaboratornya," sambungnya.
Saied, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-75, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (23/9/2020), mengatakan bahwa hak-hak warga Palestina atas tanah mereka sendiri belum terwujud sepanjang sejarah berdirinya PBB.
Mengenai politik dunia, dia mengatakan hubungan internasional tidak bisa lagi diatur oleh prinsip yang sama pada abad sebelumnya. “Sudah waktunya untuk berpikir bersama tentang masa depan umat manusia dan untuk menghilangkan ketidakadilan di dunia,” ucapnya. ( Baca juga: Di Sidang PBB, Presiden China Ungkap Munculnya Virus Corona Akibat Kutukan )
Selain Tunisia, sejumlah negara juga turut menyinggung masalah Palestina di Sidang Majelis Umum PBB. Turki, Yordania, Qatar dan Indonesia adalah sejumlah negara yang turut mengangkat isu Palestina dalam pertemuan tahunan, yang kali ini digelar secara virtual itu.
Terkait dengan Turki, sebelumnya diwartakan pidato Presiden Turki, Tayyip Erdogan membuat Israel marah dan meninggalkan ruang sidang. Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan pergi saat Erdogan mengecam kebijakan penindasan, kekerasan dan intimidasi Israel terhadap Palestina.
"Tangan kotor yang mencapai privasi Yerusalem, tempat tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan keberaniannya," kata Erdogan. ( Baca juga: Berbahasa Indonesia, Presiden Jokowi Sampaikan 3 Pokok Pikiran di Sidang Umum ke-75 PBB )
"Rakyat Palestina telah menentang kebijakan penindasan, kekerasan, dan intimidasi Israel selama lebih dari setengah abad. Atas penolakan dokumen penaklukan, yang coba diberlakukan pada Palestina dengan nama 'Kesepakatan Abad Ini', Israel kali ini mempercepat upayanya untuk memiliki jalur dalam dengan bantuan kolaboratornya," sambungnya.
(esn)
Lihat Juga :