Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?

Senin, 27 Juli 2026 - 18:20 WIB
loading...
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah mencari kesepakatan keamanan dengan Israel. Foto/X
A A A
DAMASKUS - Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengungkapkan bahwa Damaskus secara aktif berupaya mencapai kesepakatan keamanan dengan Israel dengan partisipasi beberapa negara.

Berbicara dalam wawancara eksklusif di program Al Muqabala Al Jazeera, al-Sharaa mengatakan ia berharap kesepakatan dengan Israel dapat berfungsi sebagai pintu gerbang menuju perdamaian komprehensif.

Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?

1. Tidak Akan Kompromi terkait Dataran Tinggi Golan

Ia juga memastikan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan mengkompromikan hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang telah diduduki Israel secara ilegal sejak 1973.

Ia mengatakan Suriah menghindari bentrokan apa pun dengan Israel, dan bahwa pengaturan keamanan dapat membuka jalan bagi resolusi yang lebih luas dan komprehensif terhadap krisis tersebut.

Hal ini terjadi setelah serangan dan invasi Israel berulang kali di Suriah selatan, sejak al-Sharaa berkuasa pada Desember 2024 setelah runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.


2. Dipicu Krisis Lebanon dan Kekhawatiran Regional

Al-Sharaa juga menegaskan bahwa Suriah tidak berniat melancarkan intervensi militer apa pun ke negara tetangga Lebanon, meskipun ada rumor berulang tentang masalah tersebut.

Sebaliknya, pemerintahnya saat ini sedang membahas cara-cara agar otoritas Lebanon dapat membantu negara tersebut mengatasi krisis saat ini dan mengarahkannya menuju keamanan.

Lebanon Selatan saat ini diduduki oleh Israel, di tengah pertempuran selama berbulan-bulan antara Hizbullah dan pasukan Israel. Negara Lebanon berupaya merebut kembali wilayah-wilayah yang diduduki ini dan memiliki monopoli atas semua senjata di negara tersebut.

Lebih lanjut, ia menyatakan dukungan kuat Damaskus untuk membatasi senjata dan membatasi keputusan perang dan damai secara eksklusif kepada negara Lebanon.

Al-Sharaa menekankan bahwa mengatasi krisis Lebanon membutuhkan lebih dari sekadar pendekatan keamanan tetapi solusi komprehensif yang menangani berbagai masalah.

Setiap kekacauan di Lebanon akan berdampak langsung dan segera pada Suriah, dan potensi perluasan perang AS-Israel terhadap Iran di kawasan itu akan menyebabkan dampak regional yang parah, ia memperingatkan.

3. Fokus ke Pencabutan Sanksi Ekonomi dan Rekonsiliasi Nasional

Di bidang domestik dan ekonomi, al-Sharaa berpendapat bahwa pencabutan sanksi ekonomi yang dikenakan pada negaranya oleh AS dan negara-negara lain saja tidak akan efektif kecuali Suriah juga dihapus dari daftar negara sponsor terorisme.

Mengenai perjanjian internal dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, aliansi kelompok bersenjata Kurdi dan Arab yang menguasai sebagian wilayah utara dan timur Suriah, presiden mengakui adanya keterlambatan dalam pelaksanaannya.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap sepenuhnya berkomitmen pada perjanjian tersebut dan terus bertaruh pada keberhasilannya pada akhirnya.

Al-Sharaa juga mengumumkan bahwa otoritas Suriah telah membentuk komite khusus untuk menangani masalah orang hilang selama perang Suriah, antara tahun 2011 dan 2024.

PBB memperkirakan sekitar 100.000 orang hilang secara paksa selama perang, sementara Komisi Nasional Suriah untuk Orang Hilang meyakini sebanyak 300.000 warga Suriah mungkin hilang.

Al-Sharaa mengatakan komite tersebut akan beroperasi secara ketat sesuai dengan standar internasional, bekerja sama erat dengan negara-negara yang memiliki keahlian khusus di bidang ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Data Direvisi, Jumlah...
Data Direvisi, Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran Tembus 600 Orang
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
Sukses Raih Best Creator...
Sukses Raih Best Creator Affiliate Tiktok 2025, Ini Strategi Yogi Firdaus Bikin Konten Review
Susunan Pemain Indonesia...
Susunan Pemain Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Starter
Berita Terkini
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved