3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Senin, 27 Juli 2026 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
2. Tergantung dengan Kondisi Selat Hormuz
Kuwait dan Bahrain dipandang sangat rentan karena letak geografisnya dan ketergantungan hampir total pada Selat Hormuz untuk ekspor minyak.Bahrain adalah kerajaan pulau yang satu-satunya koneksi daratnya ke dunia luar adalah jalan lintas dengan Arab Saudi.
Kuwait pernah terhubung dengan provinsi Basra Ottoman di Irak modern. Terletak di ujung paling utara Hormuz dan berbatasan dengan Irak. Pejabat regional mengatakan Kuwait telah menjadi sasaran serangan intensif dari Iran dan kelompok milisi di Irak yang bersekutu dengan Teheran.
Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan awal pekan ini bahwa Iran menyerang pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air. Serangan tersebut tampaknya relatif terkendali, tetapi para ahli telah memperingatkan bahwa negara-negara Teluk akan menghadapi krisis kemanusiaan jika pabrik desalinasi mereka menjadi sasaran dalam skala besar.
3. Tahu Risiko Tak Akan Mengubah Hasil Perang
Tidak mungkin tindakan militer oleh Kuwait dan Bahrain akan mengubah hasil perang. AS dan Israel melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran awal tahun ini. Perpanjangan gencatan senjata yang ditandatangani pada bulan Juni hampir sepenuhnya gagal, dengan Iran menyerang negara-negara Teluk dan kapal-kapal di Selat Hormuz.Arab Saudi bergabung dengan AS dalam menyerang Iran pada awal konflik, kemudian beralih mendukung mediasi oleh Pakistan. Riyadh memang memberikan AS akses yang lebih luas ke wilayah udara dan pangkalan-pangkalan mereka.
Lihat Juga :