Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:11 WIB
loading...
A A A
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menghadapi pengawasan atas penanganan korban jiwa militer AS di tengah perang Iran. Minggu ini, Trump menghadapi kritik ketika dia meremehkan kematian 18 tentara, sementara juga mengeklaim, tanpa bukti, bahwa pasukan yang meninggal akhir pekan ini mendukung perang.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social yang diterbitkan sesaat sebelum upacara pemindahan jenazah empat tentara yang baru saja tewas pada hari Rabu, Trump membanggakan jumlah korban jiwa dalam perang saat ini.

Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa rendah dibandingkan dengan perang-perang lain, dan bahwa konflik saat ini "hanya" menewaskan 18 tentara Amerika. “Ini adalah fakta sebenarnya. LAPORKAN!” katanya.

Trump juga mengeklaim bahwa jumlah korban jiwa militer AS rendah dalam pidatonya di sebuah acara pada hari Kamis.

Minggu ini, Pentagon mengakui bahwa hampir 100 tentara terluka dalam dua minggu sebelumnya, setelah laporan menunjukkan bahwa militer telah secara signifikan meremehkan jumlah korban jiwa.

Sementara itu, perang melawan Iran adalah konflik yang paling tidak populer dalam sejarah jajak pendapat di AS, dan pemerintah telah mengaburkan biaya sebenarnya dari perang tersebut hingga puluhan miliar dolar, menurut laporan media AS dan para pakar.

“Mereka memanipulasi angka karena merekalah yang menyeret kita ke dalam perang ini dan tidak tahu bagaimana cara mengeluarkan kita,” kata Senator Ruben Gallego, dalam komentarnya mengenai revisi jumlah korban jiwa. “Lebih banyak warga Amerika akan meninggal karena orang-orang ini lebih mementingkan ego mereka daripada keselamatan pasukan kita.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Ngeri! Kecelakaan Maut...
Ngeri! Kecelakaan Maut Bus Kemendagri, 35 Orang Tewas
Rekomendasi
Kemarau Meluas, BNPB...
Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla Melanda 4 Daerah di Jawa Timur
Nathalie Holscher Minta...
Nathalie Holscher Minta Netizen Stop Hujat Ustaz Syam, Ini Alasannya!
Ribuan Warga Padati...
Ribuan Warga Padati Alun-alun Klaten, Joget dan Nyanyi Bareng di Road to Kilau Raya MNCTV
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved