Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:11 WIB
loading...
A A A
Pada saat perang tahun 2025 dan perang Iran baru-baru ini, baik Israel maupun AS mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk menghentikan Iran agar tidak pernah mampu membangun senjata nuklir.

Iran, yang bersumpah untuk menghancurkan Israel, secara konsisten membantah berupaya memperoleh bom atom, tetapi telah memperkaya uranium hingga tingkat yang jauh melampaui yang diperlukan untuk tujuan sipil apa pun, dan telah menghalangi inspektur internasional untuk mengunjungi situs nuklirnya.

IAEA memperkirakan Iran memiliki 440,9 kilogram (972 pon) uranium yang diperkaya hingga 60 persen sebelum konflik terbaru dimulai, yang sekarang diyakini terkubur di fasilitas nuklir bawah tanah yang rusak akibat pengeboman AS-Israel.

Itu mendekati pengayaan 90% yang dibutuhkan untuk membuat bom dan akan cukup untuk 10 senjata nuklir, menurut tolok ukur IAEA.

Bahkan sebelum perang baru-baru ini, para pejabat Iran semakin mengancam untuk mengejar ambisi untuk memiliki bom atom.

Untuk membangun senjata yang dapat digunakan, Iran pertama-tama perlu memperkaya uranium hingga kemurnian 90%. Kemudian perlu membangun bom yang sebenarnya, dan kemudian kemungkinan juga perlu memperkecilnya dan memasangnya pada rudal balistik. Proses itu akan memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dan akan menghadapi risiko terdeteksi oleh intelijen Israel atau AS selama proses tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
KPK Geledah Rumah Kadis...
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Sita Uang Rp4 Miliar
Pemanfaatan Dana Keistimewaan...
Pemanfaatan Dana Keistimewaan Yogyakarta Berhasil Berdayakan Masyarakat
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved