Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:52 WIB
loading...
A A A
Direktur komunikasi Gedung Putih Steven Cheung mengatakan, "Trump selalu konsisten dalam mengatakan bahwa dia lebih menyukai solusi diplomatik, tetapi ia terus mempertahankan semua opsi jika Iran melanjutkan aktivitas teroris di Selat Hormuz atau terhadap sekutu."

Dia menambahkan, "Setelah sanksi yang melumpuhkan dan serangan berulang, akan bijaksana bagi Iran untuk berupaya mencapai kesepakatan yang dinegosiasikan; jika tidak, mereka tahu apa yang akan terjadi."

Beberapa penasihat Trump, termasuk menantunya; Jared Kushner, telah berpendapat untuk jalur yang kurang berbahaya berdasarkan negosiasi berkelanjutan dan tekanan ekonomi yang berkelanjutan.

Masih belum jelas apakah ada pembicaraan langsung yang sedang berlangsung atau apakah para negosiator dapat mengatasi perpecahan internal di Iran terkait upaya mencapai kesepakatan dengan Washington.

Gencatan senjata yang rapuh dan nota kesepahaman yang dirancang untuk mengembalikan Amerika Serikat dan Iran ke negosiasi mengenai perjanjian denuklirisasi jangka panjang telah gagal.

Iran melanjutkan beberapa ekspor minyak setelah nota kesepahaman ditandatangani pada pertengahan Juni, terutama ke China. Sebagian besar minyak tersebut baru sekarang mencapai tujuannya, yang berarti tekanan ekonomi yang diperbarui mungkin membutuhkan waktu untuk memberikan efek.

Blokade Angkatan Laut AS yang diberlakukan kembali yang menargetkan kapal-kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran telah menghasilkan hasil yang beragam, kata para analis.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada hari Selasa bahwa China telah mengurangi pembelian minyak mentah Iran sekitar 40% dalam beberapa bulan terakhir, secara signifikan mengurangi pendapatan minyak Teheran.

Pada hari Jumat, Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada sembilan perusahaan dan empat orang yang terkait dengan jaringan bisnis pemodal Iran yang dikenai sanksi, Babak Zanjani.

Meskipun rencana pengeboman yang lebih luas telah dihentikan sementara, Gedung Putih tetap menyatakan bahwa tindakan militer tetap menjadi pilihan. Trump bisa mempertimbangkan kembali keputusannya dengan cepat jika Iran meningkatkan serangan terhadap pasukan AS, menargetkan pelayaran di Selat Hormuz, atau menyerang sekutu Washington di Teluk.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Generasi Emas Intitute...
Generasi Emas Intitute Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Infografis
Analis: Israel Omong...
Analis: Israel Omong Besar tapi Tak Mampu Serang Dahsyat Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved