Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:38 WIB
loading...
Mengapa Venezuela Masih...
Venezuela masih tidak bisa mengambil 31 ton emas yang disimpan di Bank of England meski Presiden Nicolas Maduro yang dimusuhi Barat sudah lengser. Foto/venezuelanalysis.com
A A A
CARACAS - Ini adalah perebutan kendali atas tumpukan emas yang terkunci di salah satu brankas terbesar dan teraman di dunia, tetapi ini bukanlah novel bajak laut abad ke-18 atau film perampokan bank.

Ini adalah situasi yang dihadapi pemerintah Venezuela saat mereka mencoba menavigasi jalan mereka melewati gejolak politik dan dampak dari gempa bumi kembar yang dahsyat bulan lalu.

Baca Juga: Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil

Caracas menginginkan Bank of England mengembalikan 31 ton batangan emas yang disetorkannya ke sana pada tahun 2008, dengan alasan membutuhkan dana untuk membiayai upaya pemulihan setelah bencana yang menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerugian ekonomi setara dengan 6% dari PDB negara tersebut, menurut Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).

Meskipun bukan hal yang aneh bagi bank sentral Inggris untuk menyimpan cadangan emas negara lain—dengan salah satu brankas terbesar di dunia, bank tersebut menyimpan sekitar 400.000 batangan emas, termasuk dari puluhan negara lain—dalam kasus ini, ada masalah.

Nasib batangan emas Venezuela—yang diperkirakan bernilai hingga USD4 miliar dalam nilai uang saat ini—telah berada dalam ketidakpastian selama bertahun-tahun di tengah perselisihan yang berlangsung lama yang melibatkan pemerintah Inggris dan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Bank of England membekukan 31 ton emas tersebut setelah Inggris—bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan banyak negara lain—menolak untuk mengakui Maduro sebagai presiden sah usai memenangkan pemilihan presiden Venezuela tahun 2018 yang dipersengketakan.

Sejak saat itu, masalah tersebut menjadi subjek pertempuran hukum yang berkepanjangan, tetapi dengan Maduro sekarang berada dalam tahanan di New York setelah penangkapannya oleh pasukan AS pada bulan Januari, Caracas melihat peluang untuk mendapatkan kembali tumpukan emasnya yang berlimpah.

Sejak penangkapan Maduro, mantan wakilnya; Delcy Rodríguez, telah diangkat menjadi presiden sementara dan telah berupaya memulihkan hubungan diplomatik dengan AS—membuka sektor minyak negaranya untuk investasi AS, membebaskan beberapa tahanan politik, dan menyelaraskan pemerintahannya dengan proyek-proyek regional Washington.

Sekarang dia berharap akan terjadi pencairan aset emas tersebut dalam kebuntuan diplomatik dengan Inggris.

“Emas itu milik rakyat kita dan harus digunakan untuk mengatasi konsekuensi mengerikan dan tragis dari gempa bumi kembar ini,” kata Rodríguez di televisi pemerintah bulan ini. “Venezuela memiliki sumber daya untuk pulih, untuk bangkit kembali,” imbuh dia.

Sulit untuk mengetahui berapa persen dari total cadangan emas Venezuela yang diwakili oleh 31 ton batangan emas tersebut. Sekitar 20 tahun yang lalu, negara itu diketahui memiliki sekitar 300 ton emas, tetapi angka itu sekarang diperkirakan jauh lebih rendah. Dewan Emas Dunia baru-baru ini memperkirakan angkanya sebesar 161 ton.

Rodríguez bahkan telah menulis surat kepada Raja Charles III, meminta agar emas Venezuela dilepaskan untuk digunakan dalam upaya rekonstruksi, meskipun sebagai raja konstitusional dia tidak terlibat dalam perselisihan politik.

Apakah pemerintah Inggris sendiri akan mendengarkan, masih belum jelas. Beberapa hari setelah penggulingan Maduro, Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Yvette Cooper, mengatakan bahwa Inggris masih tidak mengakui pemerintah Venezuela.

Ketika ditanya oleh seorang anggota parlemen Inggris secara khusus tentang pelepasan emas Venezuela, Cooper mengatakan: “Bank of England harus membuat keputusan secara independen, tetapi prinsip kami berfokus pada menjaga dan mempromosikan stabilitas dan transisi menuju demokrasi.”

Namun, Cooper telah digantikan sebagai menteri luar negeri setelah Inggris menunjuk perdana menteri baru, Andy Burnham, minggu ini, dan masih terlalu dini untuk mengetahui posisi apa yang akan diambil penggantinya—Ed Miliband—mengenai masalah ini.

Namun, Rodriguez memiliki beberapa kabar baik dalam upaya memenangkan hati para peragu, di mana dia baru-baru ini mengakhiri pembekuan hubungan selama tujuh tahun dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Langkah itu memungkinkan Venezuela bulan ini untuk mengamankan USD346 juta dari sumber daya cadangannya sendiri untuk mendanai upaya rekonstruksi.

Apakah dia dapat meraih kesuksesan serupa dengan Bank of England masih harus dilihat. Mengutip laporan CNN, Minggu (26/7/2026), baik Bank of England maupun Bank Sentral Venezuela belum menanggapi pertanyaan tentang keadaan sengketa emas tersebut.

Setidaknya untuk saat ini, tampaknya, semua emas Venezuela yang berkilau itu tetap terkunci di luar negeri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
KPK Geledah Rumah Kadis...
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Sita Uang Rp4 Miliar
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Berita Terkini
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Infografis
Militer Mesir Bisa jadi...
Militer Mesir Bisa jadi Musuh yang Tak Terkalahkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved