Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Jum'at, 24 Juli 2026 - 21:08 WIB
loading...
Ekstremis Yahudi bersenjata api menyerang warga Palestina di desa Tal, Tepi Barat. Foto/instagram
A
A
A
TEPI BARAT - Sebanyak satu pemukim illegal Israel tewas dan tiga lainnya terluka selama baku tembak dengan warga Palestina di dekat permukiman Havat Gilad, di Tepi Barat yang diduduki. Dua orang yang menderita luka serius dievakuasi dengan helikopter.
Kabar terbaru itu diungkap juru bicara layanan darurat nasional Israel, MDA, dalam pesan di Telegram.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan empat warga Palestina tewas dan empat lainnya terluka dalam insiden penembakan tersebut.
Insiden penembakan antara warga Palestina dan Israel di Tepi Barat yang diduduki ini dimulai ketika sejumlah besar ekstremis Israel menyerbu desa Till dengan dalih mereka sedang mendaki di daerah tersebut.
Ini adalah wilayah Palestina, dan bentrokan ini adalah yang terbaru dalam serangan dan provokasi Israel yang berkelanjutan terhadap warga Palestina.
Menurut sumber-sumber Palestina, para ekstremis Israel mulai menembaki rumah-rumah warga Palestina.
Salah satu cerita yang kami dengar adalah bahwa seorang pria Palestina mengambil salah satu senjata penjaga keamanan Israel, yang berada di sana untuk melindungi para pemukim, dan mulai menembak.
Namun, mengingat apa yang telah kita lihat berulang kali dalam serangan-serangan ini, para pemukimlah yang bersenjata, yang memprovokasi warga Palestina dan mencuri tanah mereka.
Terkadang kita melihat para pemukim ini datang dalam konvoi dan mulai mendirikan tenda-tenda sementara yang kemudian menjadi permukiman ilegal Israel.
Dalam situasi ini, tentara Israel umumnya mencegah warga Palestina yang terluka mengakses bantuan medis, dengan menciptakan kondisi seperti pengepungan di sekitar kota.
Dan itulah yang kita lihat sekarang, karena semua pos pemeriksaan menuju Tal telah ditutup. Kita juga mendengar dari penduduk setempat bahwa helikopter hanya datang untuk mengevakuasi warga Israel yang terluka.
Ini berarti warga Palestina yang terluka harus melewati serangkaian pos pemeriksaan yang sangat sulit dan terbatas sebelum mereka dapat mencapai rumah sakit, itulah sebabnya kita biasanya melihat angka kematian dan korban luka yang tinggi di antara warga Palestina.
Para pejabat Palestina mengatakan pasukan Israel maupun para pemukim bertanggung jawab atas pembunuhan empat warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Militer Israel mengatakan penutupan sementara telah diberlakukan di kota Nablus dan wilayah Tal, sementara pasukan Israel mendirikan penghalang jalan dan mengejar para penyerang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan darurat untuk membahas tanggapan, kata kantornya dalam pernyataan.
Baca juga: AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Kabar terbaru itu diungkap juru bicara layanan darurat nasional Israel, MDA, dalam pesan di Telegram.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan empat warga Palestina tewas dan empat lainnya terluka dalam insiden penembakan tersebut.
Insiden penembakan antara warga Palestina dan Israel di Tepi Barat yang diduduki ini dimulai ketika sejumlah besar ekstremis Israel menyerbu desa Till dengan dalih mereka sedang mendaki di daerah tersebut.
Ini adalah wilayah Palestina, dan bentrokan ini adalah yang terbaru dalam serangan dan provokasi Israel yang berkelanjutan terhadap warga Palestina.
Menurut sumber-sumber Palestina, para ekstremis Israel mulai menembaki rumah-rumah warga Palestina.
Salah satu cerita yang kami dengar adalah bahwa seorang pria Palestina mengambil salah satu senjata penjaga keamanan Israel, yang berada di sana untuk melindungi para pemukim, dan mulai menembak.
Namun, mengingat apa yang telah kita lihat berulang kali dalam serangan-serangan ini, para pemukimlah yang bersenjata, yang memprovokasi warga Palestina dan mencuri tanah mereka.
Terkadang kita melihat para pemukim ini datang dalam konvoi dan mulai mendirikan tenda-tenda sementara yang kemudian menjadi permukiman ilegal Israel.
Dalam situasi ini, tentara Israel umumnya mencegah warga Palestina yang terluka mengakses bantuan medis, dengan menciptakan kondisi seperti pengepungan di sekitar kota.
Dan itulah yang kita lihat sekarang, karena semua pos pemeriksaan menuju Tal telah ditutup. Kita juga mendengar dari penduduk setempat bahwa helikopter hanya datang untuk mengevakuasi warga Israel yang terluka.
Ini berarti warga Palestina yang terluka harus melewati serangkaian pos pemeriksaan yang sangat sulit dan terbatas sebelum mereka dapat mencapai rumah sakit, itulah sebabnya kita biasanya melihat angka kematian dan korban luka yang tinggi di antara warga Palestina.
Para pejabat Palestina mengatakan pasukan Israel maupun para pemukim bertanggung jawab atas pembunuhan empat warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Militer Israel mengatakan penutupan sementara telah diberlakukan di kota Nablus dan wilayah Tal, sementara pasukan Israel mendirikan penghalang jalan dan mengejar para penyerang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan darurat untuk membahas tanggapan, kata kantornya dalam pernyataan.
Baca juga: AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
(sya)
Lihat Juga :