Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:23 WIB
loading...
Pusat data Amazon di Bahrain menjadi target serangan Iran. Foto/safestate
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mereka menargetkan pusat data di Bahrain milik raksasa teknologi Amerika Serikat, Amazon. Pasukan tersebut "menargetkan dan menghancurkan gedung pusat data intelijen perusahaan Amerika Amazon.
Menurut IRGC, pusat data Amazon memainkan peran utama dalam memberikan dukungan intelijen untuk militer Amerika yang membunuh anak-anak. Pernyataan IRGC disiarkan televisi pemerintah.
Baik Amazon maupun otoritas Bahrain belum berkomentar sejauh ini mengenai klaim Iran.
Pada hari Rabu, IRGC juga mengatakan mereka menargetkan pusat data tersebut.
Sementara itu, jumlah korban luka akibat serangan militer AS baru-baru ini di Iran telah meningkat menjadi 645 orang, dengan 55 orang dipastikan tewas, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Iran kepada kantor berita Fars negara itu.
“Provinsi Khuzestan di barat daya mencatat jumlah korban tertinggi, diikuti provinsi Hormozgan dan Sistan dan Baluchestan di selatan,” ungkap juru bicara tersebut. Ketiga provinsi tersebut juga menyumbang sebagian besar kematian.
Dari total korban luka, 586 orang telah dipulangkan setelah perawatan, sementara sejumlah lainnya menerima perawatan rawat jalan.
Delapan pasien masih dirawat di rumah sakit, dengan beberapa orang di antaranya membutuhkan prosedur pembedahan lebih lanjut, tambah pejabat tersebut.
Selain serangan Iran di Yordania, Bahrain, dan Erbil, Kuwait juga menjadi sasaran gelombang serangan lainnya.
Militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya secara aktif mencegat drone dan rudal Iran.
Militer Iran mengatakan telah meluncurkan proyektil ke arah Pangkalan Udara Ali Al Salem – yang digunakan oleh pasukan AS.
Baca juga: AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Menurut IRGC, pusat data Amazon memainkan peran utama dalam memberikan dukungan intelijen untuk militer Amerika yang membunuh anak-anak. Pernyataan IRGC disiarkan televisi pemerintah.
Baik Amazon maupun otoritas Bahrain belum berkomentar sejauh ini mengenai klaim Iran.
Pada hari Rabu, IRGC juga mengatakan mereka menargetkan pusat data tersebut.
Sementara itu, jumlah korban luka akibat serangan militer AS baru-baru ini di Iran telah meningkat menjadi 645 orang, dengan 55 orang dipastikan tewas, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Iran kepada kantor berita Fars negara itu.
“Provinsi Khuzestan di barat daya mencatat jumlah korban tertinggi, diikuti provinsi Hormozgan dan Sistan dan Baluchestan di selatan,” ungkap juru bicara tersebut. Ketiga provinsi tersebut juga menyumbang sebagian besar kematian.
Dari total korban luka, 586 orang telah dipulangkan setelah perawatan, sementara sejumlah lainnya menerima perawatan rawat jalan.
Delapan pasien masih dirawat di rumah sakit, dengan beberapa orang di antaranya membutuhkan prosedur pembedahan lebih lanjut, tambah pejabat tersebut.
Selain serangan Iran di Yordania, Bahrain, dan Erbil, Kuwait juga menjadi sasaran gelombang serangan lainnya.
Militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya secara aktif mencegat drone dan rudal Iran.
Militer Iran mengatakan telah meluncurkan proyektil ke arah Pangkalan Udara Ali Al Salem – yang digunakan oleh pasukan AS.
Baca juga: AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
(sya)
Lihat Juga :