Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Jum'at, 24 Juli 2026 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Seorang petugas kebersihan kemudian menemukannya terbaring dengan pakaian lengkap di lantai kamar mandinya yang terkunci di lantai lima.
Paramedis tidak dapat menyelamatkannya dan dia dinyatakan meninggal.
Laporan toksikologi menunjukkan bahwa bangsawan muda itu memiliki konsentrasi etanol dalam darah sebesar 222 mg alkohol per 100 ml darah. Batas mengemudi dalam keadaan mabuk adalah 80 mg.
Kadar gamma-hydroxybutyrate (GHB), yang disebut sebagai "obat pesta", yang berpotensi fatal juga ditemukan dalam tubuhnya, serta jejak ganja, obat anti-kecemasan alprazolam, yang lebih dikenal sebagai Xanax, dan obat anti-kecemasan lainnya.
Dr Victoria Chamorro, seorang psikiater konsultan, mengatakan bahwa dia telah berpartisipasi dengan baik dalam perawatan detoksifikasi di Priory, yang berjalan tanpa efek samping fisik.
"Dia suportif dan baik kepada teman-temannya, menjalin pertemanan," katanya dalam sebuah pernyataan. "Dia dinilai memiliki gejala suasana hati yang rendah dan kecemasan saat masuk," ujarnya, seperti dikutip The Telegraph, Jumat (24/7/2026).
"Ketika dia dipulangkan, dia dianggap tidak berisiko bunuh diri. Dia dipulangkan bersama seorang teman tetapi kemudian gagal menghadiri janji temu Zoom yang dijadwalkan," paparnya.
“Meskipun demikian, tidak ada kekhawatiran terhadapnya. Dia menjalani perawatan dengan baik dan menyelesaikan pengobatannya," imbuh dia.
Paramedis tidak dapat menyelamatkannya dan dia dinyatakan meninggal.
Laporan toksikologi menunjukkan bahwa bangsawan muda itu memiliki konsentrasi etanol dalam darah sebesar 222 mg alkohol per 100 ml darah. Batas mengemudi dalam keadaan mabuk adalah 80 mg.
Kadar gamma-hydroxybutyrate (GHB), yang disebut sebagai "obat pesta", yang berpotensi fatal juga ditemukan dalam tubuhnya, serta jejak ganja, obat anti-kecemasan alprazolam, yang lebih dikenal sebagai Xanax, dan obat anti-kecemasan lainnya.
Tidak Dianggap Berisiko Bunuh Diri
Dr Victoria Chamorro, seorang psikiater konsultan, mengatakan bahwa dia telah berpartisipasi dengan baik dalam perawatan detoksifikasi di Priory, yang berjalan tanpa efek samping fisik.
"Dia suportif dan baik kepada teman-temannya, menjalin pertemanan," katanya dalam sebuah pernyataan. "Dia dinilai memiliki gejala suasana hati yang rendah dan kecemasan saat masuk," ujarnya, seperti dikutip The Telegraph, Jumat (24/7/2026).
"Ketika dia dipulangkan, dia dianggap tidak berisiko bunuh diri. Dia dipulangkan bersama seorang teman tetapi kemudian gagal menghadiri janji temu Zoom yang dijadwalkan," paparnya.
“Meskipun demikian, tidak ada kekhawatiran terhadapnya. Dia menjalani perawatan dengan baik dan menyelesaikan pengobatannya," imbuh dia.
Lihat Juga :