AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Kamis, 23 Juli 2026 - 09:27 WIB
loading...
Amerika Serikat ancam tangguhkan bantuan untuk Malaysia setelah PM Anwar Ibrahim ingin mengusir seluruh warga negara Israel dari Malaysia. Foto/Facebook Anwar Ibrahim
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat mengancam akan menangguhkan bantuan untuk Malaysia setelah Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim bertekad akan mengusir seluruh warga negara Israel yang terdeteksi berada di negara tetangga Indonesia tersebut.
Ancaman itu disampaikan para anggota parlemen AS. Mereka telah menyerukan kepada pemerintah Presiden Donald Trump untuk meninjau hubungan keamanan dan ekonominya dengan Malaysia menyusul kebijakan Anwar.
Baca Juga: Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Dalam surat bersama yang dikeluarkan pada hari Selasa oleh para anggota Kongres; Greg Landsman, Josh Gottheimer, Jimmy Panetta, Dan Goldman, Debbie Wasserman Schultz, Jared Moskowitz, Brad Sherman, dan Jake Auchincloss, mereka yang menandatangani surat tersebut mendesak Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk mengklarifikasi langkah-langkah yang harus diambil sebagai respons atas pernyataan Anwar.
Para anggota Kongres AS mengatakan Malaysia menerima bantuan keamanan, termasuk program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional (IMET), yang membiayai pelatihan militer profesional AS bagi personel militer Malaysia.
"Mereka juga mendapat manfaat signifikan dari akses ke teknologi dan pasar kami," bunyi surat tersebut, seperti dikutip dari The Star, Kamis (23/7/2026).
"Mengingat poin-poin pengaruh diplomatik ini, kami percaya AS harus menjelaskan kepada Anwar dan pemerintahnya bahwa, dengan bantuan dan dukungan kami, ada harapan bahwa mereka tidak akan menargetkan warga negara salah satu sekutu terdekat kami," lanjut surat mereka.
"Jika Malaysia menolak untuk membatalkan kebijakan diskriminatif ini dalam waktu 15 hari, kami mendesak penangguhan pendanaan IMET," papar mereka.
“Kami sangat mendesak Anda (Rubio) untuk menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk memperjelas bahwa perilaku ini membawa konsekuensi,” imbuh para politisi AS tersebut.
Pada Rabu pekan lalu, Anwar mengatakan bahwa Malaysia akan mendeportasi warga negara Israel yang terbukti memiliki kewarganegaraan ganda dan tinggal di Malaysia.
Pernyataan Anwar muncul sebagai respons atas seruan pemerintah Johor agar pihak berwenang menyelidiki Network School, komunitas teknologi di Forest City, menyusul klaim bahwa warga negara Israel dengan kewarganegaraan ganda tinggal di daerah tersebut.
Para anggota Kongres AS mengatakan bahwa tidak dapat diterima bagi seorang kepala negara untuk secara terbuka menyatakan bahwa negaranya akan memburu dan mengusir warga negara sekutu dekat Amerika hanya berdasarkan kewarganegaraan mereka.
"Selama ribuan tahun, orang Yahudi di seluruh dunia telah melihat taktik ini," kata mereka.
"Pendemonisasian dan pengusiran orang Yahudi pada akhirnya mengarah pada hasil terburuk," imbuh mereka, menambahkan bahwa AS perlu melawan apa yang mereka sebut sebagai anti-Semitisme.
"Ini juga merupakan pemerintahan yang mempertahankan hubungan terbuka dengan Hamas," imbuh para anggota Kongres AS. "Para milisi Hamas bahkan telah berlatih di tanah Malaysia."
"Oleh karena itu, kami mendesak Anda (Rubio) untuk melakukan peninjauan terhadap hubungan keamanan dan ekonomi kami dengan Malaysia untuk memastikan bahwa hubungan tersebut melayani kepentingan terbaik AS," sambung mereka.
Ancaman itu disampaikan para anggota parlemen AS. Mereka telah menyerukan kepada pemerintah Presiden Donald Trump untuk meninjau hubungan keamanan dan ekonominya dengan Malaysia menyusul kebijakan Anwar.
Baca Juga: Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Dalam surat bersama yang dikeluarkan pada hari Selasa oleh para anggota Kongres; Greg Landsman, Josh Gottheimer, Jimmy Panetta, Dan Goldman, Debbie Wasserman Schultz, Jared Moskowitz, Brad Sherman, dan Jake Auchincloss, mereka yang menandatangani surat tersebut mendesak Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk mengklarifikasi langkah-langkah yang harus diambil sebagai respons atas pernyataan Anwar.
Para anggota Kongres AS mengatakan Malaysia menerima bantuan keamanan, termasuk program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional (IMET), yang membiayai pelatihan militer profesional AS bagi personel militer Malaysia.
"Mereka juga mendapat manfaat signifikan dari akses ke teknologi dan pasar kami," bunyi surat tersebut, seperti dikutip dari The Star, Kamis (23/7/2026).
"Mengingat poin-poin pengaruh diplomatik ini, kami percaya AS harus menjelaskan kepada Anwar dan pemerintahnya bahwa, dengan bantuan dan dukungan kami, ada harapan bahwa mereka tidak akan menargetkan warga negara salah satu sekutu terdekat kami," lanjut surat mereka.
"Jika Malaysia menolak untuk membatalkan kebijakan diskriminatif ini dalam waktu 15 hari, kami mendesak penangguhan pendanaan IMET," papar mereka.
“Kami sangat mendesak Anda (Rubio) untuk menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk memperjelas bahwa perilaku ini membawa konsekuensi,” imbuh para politisi AS tersebut.
Pada Rabu pekan lalu, Anwar mengatakan bahwa Malaysia akan mendeportasi warga negara Israel yang terbukti memiliki kewarganegaraan ganda dan tinggal di Malaysia.
Pernyataan Anwar muncul sebagai respons atas seruan pemerintah Johor agar pihak berwenang menyelidiki Network School, komunitas teknologi di Forest City, menyusul klaim bahwa warga negara Israel dengan kewarganegaraan ganda tinggal di daerah tersebut.
Para anggota Kongres AS mengatakan bahwa tidak dapat diterima bagi seorang kepala negara untuk secara terbuka menyatakan bahwa negaranya akan memburu dan mengusir warga negara sekutu dekat Amerika hanya berdasarkan kewarganegaraan mereka.
"Selama ribuan tahun, orang Yahudi di seluruh dunia telah melihat taktik ini," kata mereka.
"Pendemonisasian dan pengusiran orang Yahudi pada akhirnya mengarah pada hasil terburuk," imbuh mereka, menambahkan bahwa AS perlu melawan apa yang mereka sebut sebagai anti-Semitisme.
"Ini juga merupakan pemerintahan yang mempertahankan hubungan terbuka dengan Hamas," imbuh para anggota Kongres AS. "Para milisi Hamas bahkan telah berlatih di tanah Malaysia."
"Oleh karena itu, kami mendesak Anda (Rubio) untuk melakukan peninjauan terhadap hubungan keamanan dan ekonomi kami dengan Malaysia untuk memastikan bahwa hubungan tersebut melayani kepentingan terbaik AS," sambung mereka.
(mas)
Lihat Juga :