CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:26 WIB
loading...
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA akui agresi AS ke Iran gagal total. Foto/X/CENTCOM
A A A
TEHERAN - Sebuah penilaian intelijen Amerika yang baru telah memberikan pukulan serius terhadap narasi perang Washington, menyimpulkan bahwa agresi militer AS yang berkelanjutan terhadap Republik Islam Iran kemungkinan besar tidak akan mencapai tujuan apa pun yang diumumkan oleh Gedung Putih.

Menurut laporan The Washington Post, penilaian tersebut—yang sebagian besar disiapkan oleh CIA—mengakui bahwa meskipun telah dilakukan serangan udara tanpa henti selama berhari-hari, Iran tetap teguh pada posisinya mengenai sanksi, hak kedaulatannya, dan keamanan di Selat Hormuz yang strategis.

Temuan ini muncul ketika AS memasuki malam kesebelas berturut-turut membom Iran setelah deklarasi sepihak Presiden Donald Trump tentang berakhirnya gencatan senjata.


CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya

1. Memicu Konflik Regional yang Lebih Luas

Serangan-serangan tersebut telah mengakibatkan puluhan korban jiwa di pihak Iran, termasuk anak-anak, sementara tiga tentara AS tewas akibat serangan Iran pada akhir pekan lalu. Pasukan Amerika telah menargetkan ratusan lokasi di seluruh Iran, termasuk infrastruktur sipil seperti jembatan, jalur kereta api, dan fasilitas pembangkit listrik.

Perang telah mulai meningkat menjadi konflik regional yang lebih luas, dengan Yaman menerapkan penutupan total Selat Bab el-Mandeb di pintu masuk Laut Merah.

2. Cadangan Minyak Mentah AS Turun Drastis

Melansir Press TV, penutupan strategis Selat Hormuz telah mendorong cadangan minyak mentah strategis AS ke level terendah sejak 1983, sementara harga bensin rata-rata di seluruh negeri telah naik di atas USD4 per galon.

Selama pertemuan Selasa dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun, Trump memperbarui ancaman untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump telah memperbarui ancaman untuk menghancurkan semua pembangkit listrik, jembatan, dan infrastruktur energi Iran.

Pada Rabu pagi, pasukan Amerika melancarkan gelombang serangan teroris baru di beberapa provinsi Iran. Menurut laporan resmi Iran, serangan tersebut menargetkan daerah-daerah di beberapa provinsi.

Di Provinsi Ilam, gubernur Abdanan melaporkan bahwa pasukan Amerika menargetkan area di luar kota dengan dua proyektil. Serangan tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, dan personel darurat dikirim untuk menilai potensi kerusakan.

Di Provinsi Hamadan, area di Kabudrahang dihantam serangan udara. Pejabat politik mengkonfirmasi tidak ada korban jiwa dan semua layanan darurat tetap siaga penuh untuk potensi insiden lebih lanjut.

Provinsi Hormozgan mengalami serangan di dekat kota Sirik sekitar pukul 02.20 pagi hari Rabu. Pejabat setempat mengkonfirmasi tidak ada cedera atau kerusakan pada infrastruktur perumahan atau komersial yang dilaporkan.

Di Provinsi Sistan dan Baluchestan, serangan terjadi di distrik Chabahar dan Konarak. Pejabat keamanan melaporkan situasi terkendali dan kehidupan normal berlanjut di wilayah tersebut.

Provinsi Azerbaijan Timur melaporkan serangan udara di dekat Tabriz, dengan pejabat menekankan bahwa tidak ada titik di dalam kota yang menjadi sasaran. Suara ledakan yang terdengar di kota tersebut dikaitkan dengan serangan ini.

Provinsi Khuzestan mengalami serangan rudal yang menargetkan area di sekitar Behbahan dan Omidiyeh, dengan rincian lebih lanjut akan diumumkan oleh pihak berwenang.

3. Iran Terus Melancarkan Serangan Balasan

Iran membalas, menyerang aset militer AS di seluruh Yordania dan beberapa negara Teluk Persia. Tanggapan balasan Republik Islam baru-baru ini telah menimbulkan banyak korban jiwa di antara pasukan AS, khususnya di Yordania.

Penilaian CIA mengungkapkan "dilema" yang dihadapi Presiden Trump sebagai akibat dari perang AS-Israel yang dilancarkan terhadap Iran pada bulan Februari.

4. Serangan Udara AS Tak Melemahkan Iran

Mantan wakil kepala intelijen nasional Jonathan Panikoff mempertanyakan strategi pemerintahan tersebut, dengan mengatakan kepada Washington Post: "Pemerintahan Trump tampaknya percaya bahwa jika mereka terus menyerang Iran lebih keras secara militer, Teheran pada akhirnya akan menjadi lebih fleksibel. Penilaian itu hampir pasti salah."

Laporan tersebut menyoroti bahwa Iran "kemungkinan besar tidak akan merasakan dampak signifikan" meskipun terjadi serangan udara besar-besaran dari AS.

Penilaian intelijen sebelumnya pada bulan April yang dikutip oleh CNN menunjukkan bahwa Teheran "mempertahankan kemampuan peluncuran rudal yang signifikan" meskipun ada serangan AS-Israel, dengan satu sumber menyatakan bahwa pasukan Iran "masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved