Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:52 WIB
loading...
Iran Nyatakan Perang...
Iran luncurkan serangan rudal ke Kamp Arifjan, pangkalan militer AS di Kuwait. Serangan diluncurkan setelah Iran menyatakan perang skala penuh melawan AS. Foto/Tasnim News Agency
A A A
TEHERAN - Militer Iran mengumumkan pada Selasa (21/7/2026) pagi bahwa rudal-rudal mereka telah menghantam pangkalan Amerika Serikat (AS) di Kuwait.

Serangan ini diluncurkan tak lama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa konflik antaranya dengan Amerika sekarang telah berubah menjadi perang skala penuh.

Baca Juga: Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!

"Pasukan darat menargetkan sistem rudal HIMARS milik tentara teroris AS yang ditempatkan di pangkalan Arifjan di Kuwait dengan rudal permukaan-ke-permukaan," tulis kantor berita IRNA, mengutip pejabat hubungan masyarakat Angkatan Darat Iran.

"HIMARS adalah sistem rudal mobile dengan kemampuan untuk bergerak cepat melawan target darat, yang, ketika ditargetkan, menyebabkan kerusakan pada lapisan ofensif dan defensif dan mengurangi kekuatan rudal musuh dalam kejahatan agresif," lanjut pejabat militer tersebut.

Kamp Arifjan, yang terletak di selatan Kuwait City, menampung unsur-unsur Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai AS.

Sebelumnya, Presiden Pezeshkian dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kantor Kepresidenan, mengatakan bahwa Iran sedang berperang skala penuh dengan AS. Pernyataan ini disampaikan ketika Washington memperluas serangannya di seluruh Republik Islam termasuk sebuah kota yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.

“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian. "Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini."

Tak kalah keras, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Teheran akan membayar mahal setelah kematian tiga tentara AS lagi dalam perang tersebut. Kematian tiga tentara itu menambah jumlah total korban jiwa di pihak militer Amerika menjadi 17 personel.

Menurut data Pentagon, hampir 100 anggota militer AS telah terluka sejak 7 Juli, sebagian besar dengan gegar otak ringan.

"Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar mahal atas pembunuhan itu!" tulis Trump di Truth Social.

"Arahan ini telah disampaikan kepada Menteri Perang Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, dan setiap pemimpin di militer," imbuh Trump.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan AS melancarkan serangan baru terhadap Iran pada hari Senin. "Yang dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved