Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17 WIB
loading...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya sedang berperang skala penuh dengan Amerika Serikat. Foto/Mehr News Agency
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya sedang berperang “skala penuh” dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu disampaikan pada hari Senin ketika Washington memperluas serangannya di seluruh Republik Islam termasuk sebuah kota yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.
Baca Juga: Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian dalam pernyataan yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran, yang dikutip AFP, Selasa (21/7/2026).
"Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjut Presiden Pezeshkian.
Komentarnya muncul setelah media pemerintah dan otoritas lokal melaporkan serangan AS pada hari Senin di utara dan tengah negara itu, lebih jauh dari daerah di dekat jalur perairan Selat Hormuz yang diblokade, yang sebelum perang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.
Perang Timur Tengah kembali berkobar setelah jeda beberapa minggu—berkat kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni—, dan harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam satu bulan karena kedua pihak bertikai memperebutkan kendali Selat Hormuz yang vital.
Ketika gencatan senjata dengan AS runtuh, Teheran memberlakukan kembali blokade jalur perairan tersebut, sementara Washington membalas dengan kembali memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Semua provinsi Iran yang dihantam pada hari Senin memiliki pangkalan militer dan sistem pertahanan udara.
Di Bushehr, tempat berdirinya satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil yang beroperasi di negara itu, Gubernur Mohammad Mozaffari mengatakan kepada kantor berita negara Iran; IRNA: “Beberapa menit yang lalu, beberapa lokasi di kota Bushehr dihantam oleh proyektil musuh Amerika.”
Di provinsi Azerbaijan Timur di utara, kepala unit manajemen krisis setempat, Majid Farshi, mengatakan kepada IRNA, “Satu orang gugur dan beberapa lainnya terluka dalam serangan di sini."
Terlepas dari serangan terbaru ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa pertukaran diplomatik dengan Amerika Serikat melalui mediator masih berlangsung.
“Gagasan telah disampaikan kepada kami oleh mediator tertentu,” katanya dalam konferensi pers di Teheran.
Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.
Baca Juga: Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian dalam pernyataan yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran, yang dikutip AFP, Selasa (21/7/2026).
"Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjut Presiden Pezeshkian.
Komentarnya muncul setelah media pemerintah dan otoritas lokal melaporkan serangan AS pada hari Senin di utara dan tengah negara itu, lebih jauh dari daerah di dekat jalur perairan Selat Hormuz yang diblokade, yang sebelum perang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.
Perang Timur Tengah kembali berkobar setelah jeda beberapa minggu—berkat kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni—, dan harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam satu bulan karena kedua pihak bertikai memperebutkan kendali Selat Hormuz yang vital.
Ketika gencatan senjata dengan AS runtuh, Teheran memberlakukan kembali blokade jalur perairan tersebut, sementara Washington membalas dengan kembali memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Semua provinsi Iran yang dihantam pada hari Senin memiliki pangkalan militer dan sistem pertahanan udara.
Di Bushehr, tempat berdirinya satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil yang beroperasi di negara itu, Gubernur Mohammad Mozaffari mengatakan kepada kantor berita negara Iran; IRNA: “Beberapa menit yang lalu, beberapa lokasi di kota Bushehr dihantam oleh proyektil musuh Amerika.”
Di provinsi Azerbaijan Timur di utara, kepala unit manajemen krisis setempat, Majid Farshi, mengatakan kepada IRNA, “Satu orang gugur dan beberapa lainnya terluka dalam serangan di sini."
Terlepas dari serangan terbaru ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa pertukaran diplomatik dengan Amerika Serikat melalui mediator masih berlangsung.
“Gagasan telah disampaikan kepada kami oleh mediator tertentu,” katanya dalam konferensi pers di Teheran.
(mas)
Lihat Juga :