Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran

Senin, 20 Juli 2026 - 08:12 WIB
loading...
Corong Iran Tantang...
Militer AS ditantang untuk luncurkan invasi darat ke Iran. Foto/The War Zone
A A A
TEHERAN - Seyed Mohammad Marandi, akademisi senior yang dikenal sebagai corong pemerintah Iran, telah menantang militer Amerika Serikat (AS) untuk meluncurkan invasi darat ke Teheran.

Dia juga mengeklaim bahwa negaranya memiliki banyak persenjataan, termasuk rudal, jauh di bawah tanah untuk menahan serangan udara Washington.

Baca Juga: 1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran

Marandi, yang kerap menyatakan dirinya sebagai juru bicara rezim Iran, mengatakan bahwa Teheran telah menghabiskan puluhan tahun untuk mempersiapkan—dan menyambut—invasi darat AS. Komentarnya muncul saat ledakan baru mengguncang wilayah Timur Tengah pada hari kedelapan aksi saling serang AS-Iran.

Akademisi berkewarganegaraan Iran-AS itu mengatakan bahwa Teheran baru saja memperkenalkan rudal baru sambil mendesentralisasi dan mengubur persenjataannya jauh di bawah tanah untuk menahan serangan udara Amerika yang berkelanjutan.

"Amerika sedang merencanakan invasi. Saya tidak mengatakan itu pasti akan terjadi. Saya tidak mengatakan itu pasti akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Tetapi mereka memiliki rencana untuk invasi," kata Marandi, mantan penasihat tim negosiasi nuklir Iran, dalam sebuah wawancara dengan analis politik Glenn Diesen, sebagaimana dikutip dari Fox News, Senin (20/7/2026).

"Apakah mereka akan melaksanakannya atau tidak, kita akan lihat. Tetapi Iran, seperti yang Anda sebutkan, fokus serangan Iran adalah pada Bahrain dan Kuwait, dan itu karena di sanalah sebagian besar aset Amerika ditempatkan untuk invasi darat," kata Diesen.

Serangan AS telah meluas di Iran barat dan selatan pada Sabtu pekan lalu. Sebaliknya, Iran juga meluncurkan salvo rudal dan drone yang menargetkan fasilitas yang terkait dengan AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Para pejabat Yordania mengonfirmasi bahwa mereka mencegat 10 rudal pada Sabtu pagi, sementara pihak berwenang di Kuwait melaporkan korban jiwa dan kerusakan parah pada pembangkit listrik dan pabrik desalinasi domestik.

Sebagai tanggapan, serangan udara AS menghantam jembatan, terowongan jalan utama, pos pengawasan, dan fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah Iran yang diperkuat.

Beberapa ledakan juga mengguncang kota Khorramabad di provinsi Lorestan, Iran. Media pemerintah Iran mengeklaim ledakan tersebut disebabkan oleh rudal AS yang diluncurkan dari pangkalan regional di Kuwait.

Khorramabad menampung Pangkalan Rudal Imam Ali, salah satu fasilitas silo bawah tanah utama Teheran yang dirancang untuk menyimpan dan mengerahkan rudal balistik jarak menengah Shahab-3 berbahan bakar cair, menurut Nuclear Threat Initiative (NTI) yang berbasis di Washington.

Kompleks tersebut rusak akibat serangan udara Israel tahun 2025 yang menargetkan infrastruktur militer dan nuklir Teheran.

Marandi juga merinci apa yang dia gambarkan sebagai jaringan bawah tanah yang tangguh dan penting bagi strategi militer Teheran.

"Ketika Iran ingin menembakkan rudal atau drone, mereka tidak menempatkannya di dalam bangunan atau di tumpukan di suatu tempat. Mereka mengeluarkan apa pun yang mereka butuhkan," kata Marandi.

"Mereka menembakkannya, lalu mereka kembali ke pangkalan mereka, atau mereka mengeluarkan rudal dan drone yang berbeda, menyebarkannya di berbagai area, memisahkannya satu sama lain sehingga Amerika tidak dapat mengebomnya dalam jumlah besar."

Dia menambahkan: "Semuanya telah disebarluaskan di Iran dan ditempatkan di bawah tanah."

Eskalasi terbaru antara AS dan Iran mengakhiri nota kesepahaman (MOU) yang baru saja ditandatangani untuk menetapkan gencatan senjata 60 hari dan memfasilitasi pembicaraan nuklir.

Isu utama berpusat pada kendali Selat Hormuz, dengan jalur air strategis tersebut berubah menjadi medan pertempuran utama konflik.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara baru beberapa minggu setelah gencatan senjata atau MOU diberlakukan, dan pada 14 Juli, dia mengemukakan kemungkinan meluncurkan invasi darat.

Menurut Marandi, komando militer Iran secara aktif mengandalkan skenario darat dan sejak itu telah memperkenalkan senjata baru ke medan perang.

"Iran memiliki keuntungan itu, dan tentu saja, mereka telah mengumpulkan rudal dan drone selama beberapa dekade sekarang, dan mereka melakukannya bahkan sekarang," klaim Marandi.

"Saya pikir, tadi malam mereka memperkenalkan rudal baru ke dalam perang," katanya tentang Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

"Iran menyerang dengan sangat keras, dan mereka siap untuk perang darat. Mereka telah mempersiapkan diri selama beberapa dekade," imbuh dia.

Marandi menyimpulkan dengan mengeklaim bahwa Teheran memandang operasi darat AS sebagai jalan paling langsung untuk mengakhiri konflik dengan syarat mereka sendiri.

"Pihak Iran—kita telah membahas ini selama perang 40 hari sebelumnya di acara Anda—ketika saya mengatakan bahwa pihak Iran sebenarnya menginginkan Amerika untuk melakukan invasi darat, dan hal yang sama berlaku sekarang, karena mereka merasa bahwa jika terjadi invasi darat, mereka akan menang," katanya kepada Diesen.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved