2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
Minggu, 19 Juli 2026 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Jumat, IRGC mengeklaim telah menargetkan peluncur rudal HIMARS di Kuwait, menyebabkan korban dan kerusakan yang signifikan, dan juga diduga menewaskan banyak personel pasukan khusus Amerika yang ditempatkan di negara tersebut.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump pada Memorandum Kesepahaman Islamabad 14 poin, yang ditandatangani Washington dan Teheran pada 17 Juni sama sekali tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas.
"Serangan Amerika yang diperbarui di wilayah Iran merupakan bukti tak terbantahkan lainnya tentang ketidakjujuran, irasionalitas, ketidakandalan, dan sifat jahat AS," katanya.
Mojtaba juga memperingatkan akan adanya serangan balasan Iran di masa mendatang.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi sebelumnya mengumumkan bahwa Teheran telah menangguhkan komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata 60 hari dengan Washington.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump pada Memorandum Kesepahaman Islamabad 14 poin, yang ditandatangani Washington dan Teheran pada 17 Juni sama sekali tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas.
"Serangan Amerika yang diperbarui di wilayah Iran merupakan bukti tak terbantahkan lainnya tentang ketidakjujuran, irasionalitas, ketidakandalan, dan sifat jahat AS," katanya.
Mojtaba juga memperingatkan akan adanya serangan balasan Iran di masa mendatang.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi sebelumnya mengumumkan bahwa Teheran telah menangguhkan komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata 60 hari dengan Washington.
(mas)
Lihat Juga :