PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB
loading...
A A A
Ia menjelaskan bahwa menurut konstitusi, Dewan Audit Tertinggi dan Komisi Federal untuk Integritas terikat pada parlemen dan badan-badan independen ini bertujuan untuk memantau kerja otoritas eksekutif dan menyelidiki kasus korupsi dan pemborosan dana publik.

“Badan-badan ini menargetkan kementerian, menteri, dan perdana menteri, jadi bagaimana mungkin ia berada di pucuk pimpinan mereka?” tanyanya.

Irak telah membentuk banyak badan anti-korupsi selama bertahun-tahun, namun tidak satu pun yang berhasil memerangi aktivitas ilegal tersebut.

Mantan PM Nouri al-Maliki membentuknya pada tahun 2007, kemudian pemerintahan Haidar al-Abadi membentuknya pada tahun 2016. Mantan PM Adel Abdul Mahdi melakukan hal yang sama pada tahun 2018, diikuti oleh Mustafa al-Kadhimi pada tahun 2020 dan Sudani pada tahun 2022. Terlepas dari semua upaya ini, Irak terus disebut sebagai salah satu negara paling korup di dunia.

Mengingat rekam jejak yang buruk, pakar ekonomi Ziad al-Hashemi mengatakan: “Kita harus realistis dan tidak terbawa optimisme bahwa era korupsi di Irak akan segera berakhir dengan pemerintahan ini.”

Tidak akan ada perubahan “selama pemerintahan dibentuk oleh sistem yang sama yang telah menyebabkan bencana ekonomi yang diderita Irak selama bertahun-tahun,” tegasnya dalam sebuah unggahan di X.

“Korupsi di Irak dibentuk dan didukung oleh sponsor di posisi pengambilan keputusan tertinggi, baik resmi maupun tidak resmi, dan melalui partai atau melalui kekuatan senjata,” catatnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Prabowo: Mencuri Uang...
Prabowo: Mencuri Uang Rakyat, Saya Tidak Toleransi
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Trump Tuduh China Pegang...
Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah
Rekomendasi
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
Pesan Prabowo ke Siswa...
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Anak Indonesia Tak Boleh Kalah dari Negara Lain
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Infografis
Disanksi Besar-besaran...
Disanksi Besar-besaran Barat, Rusia Justru Untung Rp2.351 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved