Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Penetapan status baru ini dilaporkan terjadi meskipun ada peringatan dari penasihat hukum kementerian, yang mengatakan kepada Silman bahwa ia tidak memiliki wewenang untuk secara sepihak memutuskan status buaya dan meletakkan dasar untuk penempatan mereka di penjara.
Beberapa pekan yang lalu, Ben-Gvir dan Silman dilaporkan mengadakan pertemuan dengan penasihat hukum dan kepala Otoritas Alam dan Taman Raya Soraki, mendesak mereka menerima rencana yang meragukan tersebut.
Menurut laporan media Israel, Ben-Gvir ingin pertama kali memperkenalkan reptil tersebut ke Penjara Ketziot, penjara di Israel selatan yang sebagian besar menampung tahanan Palestina.
Setelah ia pertama kali mengemukakan proposal tersebut, Dinas Penjara Israel (IPS) meninjaunya dan mengirim petugas ke peternakan buaya Hamat Gader pada awal Januari untuk mengenal reptil tersebut.
IPS dilaporkan menerima proposal menteri tersebut dengan baik, mempertimbangkan untuk memilih spesimen yang lebih kecil yang akan berharga sekitar USD8.000 per ekor daripada reptil yang lebih tua yang berharga sekitar $20.000.
Beberapa pekan yang lalu, Ben-Gvir dan Silman dilaporkan mengadakan pertemuan dengan penasihat hukum dan kepala Otoritas Alam dan Taman Raya Soraki, mendesak mereka menerima rencana yang meragukan tersebut.
Menurut laporan media Israel, Ben-Gvir ingin pertama kali memperkenalkan reptil tersebut ke Penjara Ketziot, penjara di Israel selatan yang sebagian besar menampung tahanan Palestina.
Setelah ia pertama kali mengemukakan proposal tersebut, Dinas Penjara Israel (IPS) meninjaunya dan mengirim petugas ke peternakan buaya Hamat Gader pada awal Januari untuk mengenal reptil tersebut.
IPS dilaporkan menerima proposal menteri tersebut dengan baik, mempertimbangkan untuk memilih spesimen yang lebih kecil yang akan berharga sekitar USD8.000 per ekor daripada reptil yang lebih tua yang berharga sekitar $20.000.
Lihat Juga :