Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Kamis, 16 Juli 2026 - 13:22 WIB
A
A
A
Imam Utah Islamic Center, Shuaib Din, mengatakan kepada Salt Lake Tribune bahwa Larsen juga meminta sebotol air kepada Sohail. Saat Sohail berbalik untuk mengambilnya, tersangka diduga mengeluarkan pisau dan menyerangnya.
Kampanye GoFundMe yang dimulai oleh Nunez mengatakan Sohail ditusuk 15 kali. Dia telah menjalani beberapa operasi dan masih dalam kondisi kritis.
Sebelum polisi tiba di lokasi kejadian, beberapa saksi mata menangkap Larsen dan menahannya, mencegah serangan berlanjut.
Para penyelidik mengatakan Larsen menimbulkan bahaya besar bagi masyarakat karena tindakan kekerasan ideologi dan peristiwa korban massal yang direncanakan sebelumnya.
Larsen kemudian dirawat karena luka-luka yang dideritanya saat ditahan sebelum dibawa ke dalam tahanan.
Teman dan kolega menggambarkan Sohail sebagai seorang pria pekerja keras yang mencintai keluarganya.
"Saya tahu dia tidak punya asuransi. Dia satu-satunya pria yang bekerja di keluarganya. Dia punya dua bayi dan seorang istri, dan mereka tidak bekerja saat ini," kata Nunez kepada stasiun berita KSL.
Manajernya, Adnan Mohammed, mengutuk serangan tersebut.
Kampanye GoFundMe yang dimulai oleh Nunez mengatakan Sohail ditusuk 15 kali. Dia telah menjalani beberapa operasi dan masih dalam kondisi kritis.
Sebelum polisi tiba di lokasi kejadian, beberapa saksi mata menangkap Larsen dan menahannya, mencegah serangan berlanjut.
Para penyelidik mengatakan Larsen menimbulkan bahaya besar bagi masyarakat karena tindakan kekerasan ideologi dan peristiwa korban massal yang direncanakan sebelumnya.
Larsen kemudian dirawat karena luka-luka yang dideritanya saat ditahan sebelum dibawa ke dalam tahanan.
Teman dan kolega menggambarkan Sohail sebagai seorang pria pekerja keras yang mencintai keluarganya.
"Saya tahu dia tidak punya asuransi. Dia satu-satunya pria yang bekerja di keluarganya. Dia punya dua bayi dan seorang istri, dan mereka tidak bekerja saat ini," kata Nunez kepada stasiun berita KSL.
Manajernya, Adnan Mohammed, mengutuk serangan tersebut.
Lihat Juga :





