Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:40 WIB
loading...
Zelensky Pecat Menhan...
Presiden Volodymyr Zelensky pecat Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov di tengah perang melawan Rusia. Foto/Mil.gov.ua
A A A
KYIV - Presiden Volodymyr Zelensky telah memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina yang populer, Mykhailo Fedorov, di tengah perang melawan Rusia. Fedorov baru menjabat enam bulan dan menjadi Menhan keempat yang didepak Zelensky sejak perang pecah.

Fedorov (35) dipecat meskipun ada permohonan dari mitra asing dan masyarakat sipil agar dia tetap menjabat. Tiga Menhan sebelumnya yang bernasib sama adalah Denys Shmyhal, Rustem Umerov, dan Oleksii Reznikov.

Baca Juga: Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insyinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa

Dalam sebuah unggahan di Telegram, yang dikutip The Guardian, Kamis (16/7/2026), Fedorov mengumumkan bahwa dia telah meninggalkan jabatannya. Dia mengatakan bahwa merupakan kehormatan besar untuk melayani rakyat Ukraina.

Fedorov secara luas dipuji karena mentransformasi Kementerian Pertahanan dan mengurangi korupsi.

Enam bulan masa jabatannya bertepatan dengan peningkatan dramatis posisi Ukraina di medan perang. Kyiv telah berulang kali menyerang kilang minyak Rusia dengan drone jarak jauh, mempermalukan Presiden Vladimir Putin dan menciptakan kekurangan bahan bakar di seluruh negeri Rusia.

Dalam pesan perpisahannya, Fedorov mencantumkan prestasinya. Prestasi tersebut termasuk menonaktifkan Starlink untuk pasukan Rusia dan pengadaan lebih banyak drone, yang digunakan untuk menghancurkan logistik musuh dan mengisolasi Crimea yang diduduki Rusia. Dia mengatakan telah meningkatkan secara radikal sistem pengadaan, menghemat anggaran negara miliaran dolar.

Pada hari kepergiannya, menteri tersebut mengungkapkan bahwa militer Ukraina telah berhasil menguji rudal balistik. “Kami secara fundamental merevisi persyaratan teknis dan mencapai akurasi maksimum. Kami mengurangi biaya sebesar 30%. Ukraina akan memasuki liga baru,” katanya.

Belum jelas apakah Fedorov akan mendapatkan jabatan kabinet lain. Pada hari Rabu, parlemen Ukraina menerima pengunduran diri Perdana Menteri Yulia Svyrydenko setelah Zelensky mengatakan pemerintahannya membutuhkan perubahan. Penggantinya kemungkinan besar adalah Serhiy Koretskyi, kepala perusahaan energi Naftogaz.

Pemecatan Fedorov telah membuat marah para pendukungnya, dan terjadi di tengah rumor perselisihan dengan Panglima Militer Ukraina Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi. Teman-teman Ukraina, termasuk mantan duta besar AS di Moskow, Michael McFaul, pekan ini mendesak Zelensky untuk mempertahankan Fedorov di posisinya.

Serhii Sternenko, seorang ajudan menteri yang dipecat, menulis dengan getir: “Sangat disayangkan negara kita hari ini semakin jauh dari kemenangan. Reformasi nyata bahkan belum diizinkan untuk dimulai, meskipun kita masih berhasil melakukan banyak perubahan.”

Dia mengeluhkan “penundaan yang disengaja” dan “hambatan birokrasi”.

Politisi oposisi Iryna Gerashchenko mengutuk langkah tersebut. Berbicara di parlemen Ukraina sebelum berita pemecatan Fedorov dikonfirmasi, dia bertanya: “Bagaimana mungkin satu-satunya penunjukan Zelenskyy yang masuk akal, Menteri Fedorov, berada dalam ketidakpastian hari ini?”

Komentator-komentar daring sangat pedas. Dalam beberapa menit setelah pengumuman pemecatan, ribuan orang mem-posting pesan yang mendukung Fedorov. Salah seorang menulis dengan terus terang: “Saya tidak mengerti keputusan ini.”

Yang lain menambahkan: “Seorang menteri yang memberi harapan kepada jutaan orang dan menunjukkan apa yang bisa terjadi ketika Anda peduli pada kemenangan negara Anda.”

Wakil direktur lembaga think tank Politika, Artem Bronzhukov, menggambarkan pergantian menteri pertahanan yang cepat di Ukraina sebagai hal yang “tidak normal” di negara yang sedang berperang skala besar melawan musuh seperti Rusia. Dia mengatakan Fedorov telah secara nyata memperbaiki situasi di garis depan dan di luarnya dalam “tiga atau empat bulan”.

“Hasilnya terlihat jelas dalam serangan jarak menengah, di mana Ukraina telah mengubah semenanjung Krimea menjadi pulau virtual. Dengan latar belakang ini, ada kepercayaan yang besar pada Mykhailo Fedorov. Ia didukung oleh mitra barat kita, ia didukung oleh bagian masyarakat yang progresif,” kata Bronzhukov kepada Radio NV.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Ngeri! Iran Tutup Bab...
Ngeri! Iran Tutup Bab Al Mandab, Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel
Rekomendasi
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved