Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Senin, 13 Juli 2026 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Baru-baru ini, Trump berulang kali menyebut pulau itu selama konflik saat ini, menggambarkannya sebagai "permata mahkota" Iran dan mengancam akan mengambil tindakan terhadap infrastruktur minyaknya jika Teheran terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.
Awal tahun ini, Trump juga memunculkan kembali wawancara televisi yang sudah puluhan tahun lalu di mana dia menganjurkan penyitaan aset minyak Iran, menyajikannya sebagai bukti bahwa pandangannya tentang Iran tetap tidak berubah selama beberapa dekade.
Tidak semua orang setuju bahwa merebut Pulau Kharg akan memperkuat posisi Washington.
Para pendukung, seperti mendiang Senator Lindsey Graham, berpendapat bahwa penguasaan pulau tersebut dapat secara dramatis melemahkan Teheran dengan mengancam sumber pendapatan minyak utama dan meningkatkan pengaruh AS dalam negosiasi.
Namun, para kritikus memperingatkan bahwa pendudukan pulau tersebut dapat membuat pasukan Amerika rentan terhadap serangan rudal dan drone Iran yang berkelanjutan dari daratan terdekat.
Mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, Joe Kent, sebelumnya menggambarkan penempatan semacam itu berpotensi menciptakan situasi penyanderaan bagi pasukan AS, dengan alasan bahwa Iran dapat berulang kali menargetkan setiap kehadiran Amerika di sana.
Para pejabat Iran juga telah memperingatkan bahwa upaya untuk merebut atau menduduki Pulau Kharg akan memicu respons yang kuat dan berisiko memperluas konflik lebih jauh.
Dengan AS dan Iran saling melancarkan serangan baru, pelayaran komersial terancam, dan kedua belah pihak secara terbuka memperdebatkan kendali atas selat tersebut, pertanyaan apakah Washington harus menargetkan pusat minyak terpenting Iran semakin menjadi pusat perdebatan kebijakan.
Awal tahun ini, Trump juga memunculkan kembali wawancara televisi yang sudah puluhan tahun lalu di mana dia menganjurkan penyitaan aset minyak Iran, menyajikannya sebagai bukti bahwa pandangannya tentang Iran tetap tidak berubah selama beberapa dekade.
Debat dan Risiko Strategis
Tidak semua orang setuju bahwa merebut Pulau Kharg akan memperkuat posisi Washington.
Para pendukung, seperti mendiang Senator Lindsey Graham, berpendapat bahwa penguasaan pulau tersebut dapat secara dramatis melemahkan Teheran dengan mengancam sumber pendapatan minyak utama dan meningkatkan pengaruh AS dalam negosiasi.
Namun, para kritikus memperingatkan bahwa pendudukan pulau tersebut dapat membuat pasukan Amerika rentan terhadap serangan rudal dan drone Iran yang berkelanjutan dari daratan terdekat.
Mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, Joe Kent, sebelumnya menggambarkan penempatan semacam itu berpotensi menciptakan situasi penyanderaan bagi pasukan AS, dengan alasan bahwa Iran dapat berulang kali menargetkan setiap kehadiran Amerika di sana.
Para pejabat Iran juga telah memperingatkan bahwa upaya untuk merebut atau menduduki Pulau Kharg akan memicu respons yang kuat dan berisiko memperluas konflik lebih jauh.
Dengan AS dan Iran saling melancarkan serangan baru, pelayaran komersial terancam, dan kedua belah pihak secara terbuka memperdebatkan kendali atas selat tersebut, pertanyaan apakah Washington harus menargetkan pusat minyak terpenting Iran semakin menjadi pusat perdebatan kebijakan.
(mas)
Lihat Juga :