Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Senin, 13 Juli 2026 - 02:20 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, para analis mengatakan bahwa hasil buruk PH digarisbawahi oleh angka partisipasi yang lebih rendah di daerah-daerah di mana minoritas etnis membentuk blok pemilih terbesar, seperti Perling, Tangkak, dan Bekok di mana angka partisipasi semuanya kurang dari 60 persen.
DAP adalah partai komponen kunci dalam PH dan telah lama dikenal sebagai pembela minoritas etnis di Malaysia.
Perolehan suara yang buruk di Johor terjadi setelah kemunduran lain dalam pemilihan negara bagian Sabah baru-baru ini, di mana partai tersebut gagal memenangkan satu pun kursi yang diperebutkan. Sebelumnya, partai tersebut memegang enam kursi di Sabah sebelum pemilihan.
"Masih ada pasar untuk partai-partai di sisi kiri spektrum politik," kata konsultan geopolitik Adib Zalkapli dari Viewfinder Global Affairs kepada CNA.
"Apakah mereka akan pulih atau tidak akan bergantung pada bagaimana mereka memposisikan diri setelah pemilihan Johor."
Berbicara kepada wartawan sebelum hasil resmi diumumkan pada hari Sabtu, Ketua BN Ahmad Zahid Hamidi mengatakan koalisi akan terus bekerja sama dengan pemerintahan persatuan Anwar untuk stabilitas politik dan kesejahteraan rakyat Malaysia.
Demikian pula, Direktur Pemilu PKR Amirudin Shari mengatakan bahwa komitmen pemerintah persatuan untuk tetap "utuh hingga akhir masa jabatannya" tetap tidak berubah. Anwar adalah presiden PKR.
Meskipun demikian, Awang Azman dari Universiti Malaya (UM) mengatakan bahwa kemenangan telak BN di Johor akan memperkuat posisi tawar UMNO di dalam pemerintahan federal sekaligus meningkatkan tekanan pada PH.
Pada saat yang sama, Azmi dari Nusantara Academy for Strategic Research mengatakan ketegangan antara BN dan PH dapat meningkat.
Ia menunjuk pada perselisihan antara Wakil Ketua DAP Nga Kor Ming dan Sekretaris Jenderal BN Zambry Abdul Kadir, yang muncul selama kampanye pemilu Johor.
DAP adalah partai komponen kunci dalam PH dan telah lama dikenal sebagai pembela minoritas etnis di Malaysia.
Perolehan suara yang buruk di Johor terjadi setelah kemunduran lain dalam pemilihan negara bagian Sabah baru-baru ini, di mana partai tersebut gagal memenangkan satu pun kursi yang diperebutkan. Sebelumnya, partai tersebut memegang enam kursi di Sabah sebelum pemilihan.
4. Pemerintahan Anwar Dinilai Berkinerja Buruk
Namun, para analis mengatakan kinerja buruk PH menunjukkan masih ada ruang politik bagi partai-partai seperti MUDA dan Bersama untuk menarik pemilih perkotaan dan minoritas etnis jika mereka dapat mengembangkan identitas yang lebih jelas."Masih ada pasar untuk partai-partai di sisi kiri spektrum politik," kata konsultan geopolitik Adib Zalkapli dari Viewfinder Global Affairs kepada CNA.
"Apakah mereka akan pulih atau tidak akan bergantung pada bagaimana mereka memposisikan diri setelah pemilihan Johor."
5. Koalisi Anwar Bisa Saja Terpecah
Pemilu Johor telah dilihat sebagai ujian hubungan antara BN dan PH, tetapi para pemimpin dari kedua koalisi mengatakan bahwa hasilnya tidak akan memengaruhi kerja sama mereka dalam pemerintahan persatuan federal.Berbicara kepada wartawan sebelum hasil resmi diumumkan pada hari Sabtu, Ketua BN Ahmad Zahid Hamidi mengatakan koalisi akan terus bekerja sama dengan pemerintahan persatuan Anwar untuk stabilitas politik dan kesejahteraan rakyat Malaysia.
Demikian pula, Direktur Pemilu PKR Amirudin Shari mengatakan bahwa komitmen pemerintah persatuan untuk tetap "utuh hingga akhir masa jabatannya" tetap tidak berubah. Anwar adalah presiden PKR.
Meskipun demikian, Awang Azman dari Universiti Malaya (UM) mengatakan bahwa kemenangan telak BN di Johor akan memperkuat posisi tawar UMNO di dalam pemerintahan federal sekaligus meningkatkan tekanan pada PH.
Pada saat yang sama, Azmi dari Nusantara Academy for Strategic Research mengatakan ketegangan antara BN dan PH dapat meningkat.
Ia menunjuk pada perselisihan antara Wakil Ketua DAP Nga Kor Ming dan Sekretaris Jenderal BN Zambry Abdul Kadir, yang muncul selama kampanye pemilu Johor.
(ahm)
Lihat Juga :