Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
Kamis, 09 Juli 2026 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menunjukkan pergeseran dari investigasi reaktif ke regulasi preventif. Fokus utamanya adalah pada kontrak dan proyek bernilai tinggi dengan dampak ekonomi strategis, dengan temuan yang langsung dikirim ke lembaga peradilan.
Sistem politik berbasis kuota di Irak telah lama melindungi tokoh-tokoh berpengaruh dari pertanggungjawaban. Ujian bagi dewan pimpinan Al Zaidi adalah apakah mereka dapat mengatasi kepentingan-kepentingan yang mengakar tersebut dan menghasilkan penuntutan yang berkelanjutan.
Seorang hakim investigasi di Pengadilan Kriminal Pusat untuk Pemberantasan Korupsi memerintahkan penyitaan tambahan 25 miliar dinar Irak (USD19 juta dolar AS) dan 1 juta dolar AS dalam bentuk tunai, kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita negara INA.
Otoritas juga menyita perhiasan emas seberat sekitar 5 kilogram sebagai bagian dari penyelidikan terhadap Jumaili dan tersangka lain yang terkait dengan kasus tersebut, kata dewan tersebut.
Hakim investigasi mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah upaya ekstensif untuk melacak hasil keuangan yang dihasilkan melalui penyimpangan dalam proyek-proyek yang dilakukan oleh tersangka dan pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Uang tunai tersebut disembunyikan di dalam botol air plastik yang disembunyikan di rumah Jumaili di Tikrit, tambah dewan tersebut.
Sistem politik berbasis kuota di Irak telah lama melindungi tokoh-tokoh berpengaruh dari pertanggungjawaban. Ujian bagi dewan pimpinan Al Zaidi adalah apakah mereka dapat mengatasi kepentingan-kepentingan yang mengakar tersebut dan menghasilkan penuntutan yang berkelanjutan.
6. Uang Korupsi di Simpan di Galon dan Ditimbun di Tanah
Otoritas Irak telah menyita sekitar USD20 juta dalam bentuk tunai dan 5 kilogram emas yang disembunyikan di dalam botol air plastik selama penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung yang melibatkan mantan Wakil Menteri Perminyakan Bidang Pengolahan Minyak, Adnan Al-Jumaili, kata Dewan Yudisial Tertinggi negara itu pada hari Senin.Seorang hakim investigasi di Pengadilan Kriminal Pusat untuk Pemberantasan Korupsi memerintahkan penyitaan tambahan 25 miliar dinar Irak (USD19 juta dolar AS) dan 1 juta dolar AS dalam bentuk tunai, kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita negara INA.
Otoritas juga menyita perhiasan emas seberat sekitar 5 kilogram sebagai bagian dari penyelidikan terhadap Jumaili dan tersangka lain yang terkait dengan kasus tersebut, kata dewan tersebut.
Hakim investigasi mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah upaya ekstensif untuk melacak hasil keuangan yang dihasilkan melalui penyimpangan dalam proyek-proyek yang dilakukan oleh tersangka dan pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Uang tunai tersebut disembunyikan di dalam botol air plastik yang disembunyikan di rumah Jumaili di Tikrit, tambah dewan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :