Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
Selasa, 07 Juli 2026 - 15:14 WIB
loading...
Kunjungan PM India Narendra Modi ke Jakarta disebut akan membahas pasokan sistem rudal jelajah BrahMos dan rudal Astra untuk Indonesia. Foto/brahmos.com
A
A
A
JAKARTA - India akan memasok sistem rudal jelajah BrahMos dan rudal udara-ke-udara Astra ke Indonesia. Menurut pejabat New Delhi, itu bagian dari inti kunjungan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi ke Indonesia.
Modi berkunjung ke Indonesia dari 6 hingga 8 Juli atas undangan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Ini menandai kunjungan bilateral pertama sejak kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun 2018.
Baca Juga: PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan ini diharapkan menghasilkan beberapa hasil strategis utama.
Indonesia telah memutuskan untuk membeli rudal udara-ke-udara Astra dari India. Mengutip laporan Times of India, Selasa (7/7/2026), Indonesia terkesan dengan kemampuan senjata tersebut yang ditunjukkan selama Operasi Sindoor—serangan militer terhadap wilayah Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan pada Mei 2025.
India juga akan mendukung Indonesia dalam memperluas inventaris rudal BrahMos dengan memasok baterai tambahan, yang selanjutnya memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Dalam perkembangan penting lainnya, India akan membantu india dalam mengembangkan Mesin Pemungutan Suara Elektronik (EVM) khusus Indonesia, yang mencerminkan kepercayaan pada sistem manajemen pemilu India.
Untuk memperkuat rantai pasokan mineral penting, India diharapkan berinvestasi dalam pembuatan baja, nikel, dan magnet permanen tanah jarang di Indonesia.
Kedua pihak juga akan bersama-sama mengembangkan Pelabuhan Sabang, yang berlokasi strategis di dekat Selat Malaka dan sekitar 100 mil dari proyek pelabuhan Great Nicobar India, sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas maritim dan kerja sama keamanan regional.
PM Modi telah disambut secara seremonial di Istana Merdeka di Jakarta, tempat dia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Kedua pemimpin bertukar salam, berjabat tangan, dan Modi menandatangani buku tamu kepresidenan.
Sebelumnya, saat tiba di Jakarta, pesawat Modi dikawal oleh jet tempur F-16 dan Su-30 TNI-AU. Prabowo secara pribadi menyambutnya di bandara, di mana pemimpin India tersebut disambut dengan pertunjukan tari budaya tradisional.
Kementerian Luar Negeri India menggambarkan kunjungan Modi sebagai langkah penting dalam memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif India-Indonesia dan membuka jalan baru untuk kerja sama di berbagai sektor prioritas.
"Perdana Menteri Narendra Modi disambut dengan upacara megah di Istana Merdeka, Istana Kepresidenan di Jakarta. Kunjungan ini menandai langkah signifikan dalam memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif India-india, membuka jalan baru untuk kerja sama di berbagai sektor prioritas sekaligus memperkuat kepercayaan yang mendalam, nilai-nilai bersama, dan persahabatan abadi yang mengikat kedua negara," tulis kementerian tersebut di X.
Hubungan keamanan antara New Delhi dan Jakarta telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh pertukaran pejabat tingkat tinggi yang sering terjadi, manuver militer gabungan reguler, inisiatif industri pertahanan kolaboratif, dan akuisisi penting rudal jelajah supersonik BrahMos oleh Indonesia.
Modi berkunjung ke Indonesia dari 6 hingga 8 Juli atas undangan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Ini menandai kunjungan bilateral pertama sejak kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun 2018.
Baca Juga: PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan ini diharapkan menghasilkan beberapa hasil strategis utama.
Indonesia telah memutuskan untuk membeli rudal udara-ke-udara Astra dari India. Mengutip laporan Times of India, Selasa (7/7/2026), Indonesia terkesan dengan kemampuan senjata tersebut yang ditunjukkan selama Operasi Sindoor—serangan militer terhadap wilayah Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan pada Mei 2025.
India juga akan mendukung Indonesia dalam memperluas inventaris rudal BrahMos dengan memasok baterai tambahan, yang selanjutnya memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Dalam perkembangan penting lainnya, India akan membantu india dalam mengembangkan Mesin Pemungutan Suara Elektronik (EVM) khusus Indonesia, yang mencerminkan kepercayaan pada sistem manajemen pemilu India.
Investasi Mineral Penting dan Pelabuhan Sabang
Untuk memperkuat rantai pasokan mineral penting, India diharapkan berinvestasi dalam pembuatan baja, nikel, dan magnet permanen tanah jarang di Indonesia.
Kedua pihak juga akan bersama-sama mengembangkan Pelabuhan Sabang, yang berlokasi strategis di dekat Selat Malaka dan sekitar 100 mil dari proyek pelabuhan Great Nicobar India, sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas maritim dan kerja sama keamanan regional.
PM Modi telah disambut secara seremonial di Istana Merdeka di Jakarta, tempat dia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Kedua pemimpin bertukar salam, berjabat tangan, dan Modi menandatangani buku tamu kepresidenan.
Sebelumnya, saat tiba di Jakarta, pesawat Modi dikawal oleh jet tempur F-16 dan Su-30 TNI-AU. Prabowo secara pribadi menyambutnya di bandara, di mana pemimpin India tersebut disambut dengan pertunjukan tari budaya tradisional.
Kementerian Luar Negeri India menggambarkan kunjungan Modi sebagai langkah penting dalam memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif India-Indonesia dan membuka jalan baru untuk kerja sama di berbagai sektor prioritas.
"Perdana Menteri Narendra Modi disambut dengan upacara megah di Istana Merdeka, Istana Kepresidenan di Jakarta. Kunjungan ini menandai langkah signifikan dalam memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif India-india, membuka jalan baru untuk kerja sama di berbagai sektor prioritas sekaligus memperkuat kepercayaan yang mendalam, nilai-nilai bersama, dan persahabatan abadi yang mengikat kedua negara," tulis kementerian tersebut di X.
Hubungan keamanan antara New Delhi dan Jakarta telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh pertukaran pejabat tingkat tinggi yang sering terjadi, manuver militer gabungan reguler, inisiatif industri pertahanan kolaboratif, dan akuisisi penting rudal jelajah supersonik BrahMos oleh Indonesia.
(mas)
Lihat Juga :