Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Senin, 06 Juli 2026 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
"Sejujurnya, ini cukup mengejutkan. Maksud saya, dan alasannya adalah karena ini adalah kelompok gay. Ini sangat mengkhawatirkan saya ketika suatu negara memutuskan mereka dapat memilih turis mana yang diizinkan masuk dan mana yang tidak," kata Campbell kepada CNN, Senin (6/7/2025).
Aktris Broadway; Patti LuPone (77), yang sedang tampil di atas kapal, juga mengungkapkan keterkejutannya atas perkembangan tersebut di Instagram.
"Kapal pesiar Atlantis tempat saya akan tampil minggu depan telah dilarang memasuki Turki. Sebuah kapal—kapal yang megah— penuh dengan pria gay. Dan saya. Ditolak masuk ke Turki hanya karena siapa yang ada di dalamnya. Saya sangat marah, tetapi saya akan berlayar, karena kapal akan singgah di pelabuhan lain. Saya siap tampil untuk semua pria hebat di kapal pesiar Atlantis ini, yang pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari ini," tulisnya.
Setelah pembatalan tersebut, penyelenggara mengatakan pelayaran akan dialihkan, dengan pemberhentian yang direncanakan di Kairo, Mesir dan pulau Kreta di Yunani, bukan di Turki.
Turki telah menjadi sorotan kelompok hak asasi manusia atas sikap kerasnya terhadap hak-hak LGBTQ+. Meskipun homoseksualitas tidak ilegal di negara itu, pawai Pride di Istanbul telah dilarang sejak 2015, dengan pihak berwenang menyebutkan alasan keamanan. Presiden Recep Tayyip Erdogan dan anggota partainya sering dikritik karena menggunakan retorika keras terhadap komunitas LGBTQ+.
Aktris Broadway; Patti LuPone (77), yang sedang tampil di atas kapal, juga mengungkapkan keterkejutannya atas perkembangan tersebut di Instagram.
"Kapal pesiar Atlantis tempat saya akan tampil minggu depan telah dilarang memasuki Turki. Sebuah kapal—kapal yang megah— penuh dengan pria gay. Dan saya. Ditolak masuk ke Turki hanya karena siapa yang ada di dalamnya. Saya sangat marah, tetapi saya akan berlayar, karena kapal akan singgah di pelabuhan lain. Saya siap tampil untuk semua pria hebat di kapal pesiar Atlantis ini, yang pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari ini," tulisnya.
Setelah pembatalan tersebut, penyelenggara mengatakan pelayaran akan dialihkan, dengan pemberhentian yang direncanakan di Kairo, Mesir dan pulau Kreta di Yunani, bukan di Turki.
Turki telah menjadi sorotan kelompok hak asasi manusia atas sikap kerasnya terhadap hak-hak LGBTQ+. Meskipun homoseksualitas tidak ilegal di negara itu, pawai Pride di Istanbul telah dilarang sejak 2015, dengan pihak berwenang menyebutkan alasan keamanan. Presiden Recep Tayyip Erdogan dan anggota partainya sering dikritik karena menggunakan retorika keras terhadap komunitas LGBTQ+.
(mas)
Lihat Juga :