Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?

Jum'at, 03 Juli 2026 - 07:49 WIB
loading...
A A A
Setelah prosesi melewati beberapa kota di Irak dan Iran, jenazah Soleimani tiba di kota kelahirannya di Kerman, di mana desak-desakan massa dan runtuhnya penghalang menewaskan sedikitnya 56 orang dan melukai lebih dari 200 orang. Pemakaman pun harus ditunda.

Tragedi ganda pada pemakaman Khomeini dan Soleimani terus membentuk perencanaan Iran untuk upacara kenegaraan besar.

Dengan menempatkan manajemen kerumunan, prosesi yang diatur dengan cermat, dan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai pusat persiapan, otoritas Iran tampaknya bertekad untuk memastikan pemakaman Khamenei dikenang bukan karena kekacauan, tetapi sebagai demonstrasi kemampuan negara untuk mengelola salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah Republik Islam.

Bagaimana Iran Mengawetkan Jenazah Khamenei?


Sementara itu, penundaan pemakaman telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana jenazah Khamenei diawetkan.

Islam umumnya menyerukan penguburan segera dan melarang pembalseman kimia. Namun, kondisi perang dan kekhawatiran keamanan menunda pemakaman pemimpin tertinggi Republik Islam yang paling lama menjabat selama empat bulan.

"Mekanismenya hampir pasti adalah penyimpanan dingin berpendingin, bukan pembalseman, karena Islam melarang pembalseman kimia," kata pakar kontra-terorisme Dr Mohammed Omar kepada Fox News Digital.

"Hukum Syiah mengizinkan penundaan penguburan dan pengawetan dengan suhu dingin dalam kasus-kasus luar biasa, dan pengecualian ulama untuk Pemimpin Tertinggi mudah didapatkan," imbuh dia.

"Kamar mayat forensik Iran sudah menyimpan jenazah selama berbulan-bulan, jadi empat bulan dalam kondisi beku bukanlah hal yang aneh. Itulah yang tercakup dalam 'standar agama dan hukum'," kata Mohammed.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Ekraf Lokal Siap Naik Kelas
23 Juta Orang Teken...
23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Berita Terkini
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved