Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton

Senin, 06 Juli 2026 - 07:44 WIB
loading...
Setelah Bikin Marah...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pantau uji tembak rudal jelajah dari kapal perang Kang Kon berbobot 5.000 ton. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Militer Korea Utara (Korut) berhasil menguji tembak rudal jelajah dari kapal perang Kang Kon berbobot 5.000 ton. Kapal perang inilah yang pernah membuat marah pemimpin Korut Kim Jong-un karena terbalik saat peluncuran perdana tahun lalu.

Menurut laporan media pemerintah Korut, KCNA, Minggu (5/7/2026), Kim Jong-un memantau langsung uji tembak rudal dari kapal perang tersebut. Selain rudal jelajah, kapal itu juga menjalani uji coba sarana perang elektronik.

Baca Juga: Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS

Uji coba tersebut berlangsung pada hari Jumat atau kurang dari dua minggu setelah kapal perusak berbobot 5.000 ton lainnya, Choe Hyon, memasuki dinas militer.

Selama upacara peresmian tersebut, Kim Jong-un berjanji untuk melengkapi Angkatan Laut-nya dengan senjata nuklir dan mengembangkan kapal perang baru berbobot 10.000 ton.

"Setelah uji coba senjata pada hari Jumat, Kim memberikan instruksi untuk menyelesaikan proses uji coba kapal perusak secara bertanggung jawab dan menugaskannya untuk Angkatan Laut dalam waktu dua bulan," tulis KCNA dalam laporannya.

Sebuah foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan Kim Jong-un, yang mengenakan topi kuning, menyaksikan uji coba senjata dari titik pengamatan pantai. Dia diapit oleh para pejabat.

Foto lain menunjukkan kapal perang Kang Kon menembakkan rudal ke laut, dengan kepulan asap yang membubung dari peluncuran tersebut.

"Sambil mengulangi perlunya memperkuat pencegahan perang negara, Kim juga berjanji untuk menunjukkan tekad Korea Utara untuk memiliki kekuasaan absolut," imbuh laporan KCNA.

Kang Kon mengalami kemunduran pada Mei tahun lalu ketika sebagian badan kapal terbalik setelah jatuh ke air saat peluncurannya. Insiden memalukan ini terjadi di depan mata Kim Jong-un.

Kim Jong-un menyalahkan insiden itu pada "kelalaian absolut" dan "ketidakbertanggungjawaban", yang kemudian memerintahkan agar mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

Ambisi Angkatan Laut Korut


Para analis mengatakan instruksi Kim Jong-un untuk mengoperasikan kapal tersebut dalam waktu dua bulan dapat dikaitkan dengan peringatan politik penting.

"Mengingat kalender politik Korea Utara, skenario yang paling mungkin adalah kapal tersebut akan dioperasikan bertepatan dengan peringatan ke-78 berdirinya negara itu pada tanggal 9 September," kata Hong Min dari Korea Institute for National Unification di Seoul kepada AFP, Senin (6/7/2026).

Setelah dikerahkan, menurutnya, kapal perang tersebut kemungkinan akan beroperasi di lepas pantai timur Semenanjung Korea.

"Untuk saat ini, fokusnya kemungkinan besar adalah membangun kemampuan dalam operasi di dekat pantai dengan ancaman rendah," ujarnya.

Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara nuklir yang tak bisa diubah statusnya sejak pertemuan puncak tahun 2019 antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hanoi gagal karena perbedaan cakupan denuklirisasi dan pencabutan sanksi.

Korea Utara secara teknis masih berperang dengan Korea Selatan karena konflik tahun 1950-1953 antara kedua negara tetangga tersebut berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Angkatan Laut Korea Selatan mengoperasikan lebih dari 10 kapal dengan bobot lebih dari 5.000 ton, dibandingkan dengan Korea Utara yang hanya memiliki dua kapal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Tragis! Putra Mantan...
Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa
Rekomendasi
Terungkap di Liuzhou!...
Terungkap di Liuzhou! Ini 4 Mobil Baru Wuling yang Bakal Gempur Indonesia
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Badai Petir Hantam Stadion...
Badai Petir Hantam Stadion Azteca, Kick-off Meksiko vs Inggris Mundur 1 Jam
Berita Terkini
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved