Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Minggu, 05 Juli 2026 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Pemilihan ayat-ayat Al-Qur'an tersebut juga tampaknya ditujukan secara simbolis kepada delegasi yang berkunjung, menggarisbawahi apa yang diyakini Iran telah diperjuangkan sambil memperjelas posisi masing-masing pemerintah di mata Teheran.
Bagi Hamas, Jihad Islam Palestina, Hizbullah, Houthi, Hashd al-Shaabi Irak, dan Taliban di Afghanistan, ayat-ayat yang dipilih memiliki tema yang sama: mati syahid, janji yang tak terputus kepada Tuhan, dan kemenangan.
Hamas disambut dengan ayat yang menggambarkan "suatu kaum yang telah membuktikan kesetiaan mereka pada apa yang mereka janjikan kepada Tuhan”—sebagian yang “memenuhi janji mereka", sebagian lainnya “menunggu giliran mereka", dan tidak satu pun dari mereka yang “mengubah komitmen mereka sedikit pun.”
Ayat yang dipilih Hizbullah menjanjikan "keunggulan" bagi "orang-orang beriman sejati", menggambarkan kemunduran militer sebagai bagian dari siklus ilahi di mana Tuhan "memilih para martir" dan mengungkapkan siapa yang tetap setia.
Bagi Houthi Yaman, ayat yang dipilih adalah Surah Al-Fath ayat 29, sebuah bagian tentang kesetiaan, disiplin, dankebangkitan dalam menghadapi tekanan.
Ayat tersebut menggambarkan mereka yang bersama Nabi Muhammad SAW sebagai "teguh terhadap orang-orang kafir" dan "berbelas kasih satu sama lain", sebuah formulasi yang menggambarkan gerakan tersebut sebagai keras terhadap musuh-musuhnya tetapi terikat oleh solidaritas internal.
Hashd al-Shaabi Irak, bersama dengan pembacaan yang lebih luas untuk Irak sendiri, menerima sambutan yang baik.
Mereka sendiri menegaskan bahwa mereka yang “martir dalam membela Allah” bukanlah orang mati tetapi hidup, hanya saja berada di luar persepsi biasa.
Jihad Islam Palestina dan Taliban sama-sama dibacakan pembukaan Surah Al-Fath—“kemenangan yang jelas” yang diberikan agar kekurangan masa lalu dan masa depan diampuni dan karunia Allah disempurnakan.
Bahwa bagian yang sama digunakan untuk dua gerakan yang sangat berbeda—satu Palestina, satu Afghanistan—menunjukkan kesamaan tempat dalam hierarki kekerabatan ideologis Teheran, atau pesan bahwa kemenangan Taliban, dan sekarang Iran, atas Amerika dapat ditiru oleh Palestina melawan pendudukan Israel.
Pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an untuk delegasi Rusia, China, India, dan Mesir terdengar jauh lebih tenang. Ayat-ayat ini berbicara tentang kebenaran, ketenangan, dan pahala, bukan tentang pertempuran.
Ayat untuk delegasi Rusia berbicara tentang "Rumah Abadi di Akhirat", yang diperuntukkan bagi "mereka yang tidak mencari tirani atau kerusakan di bumi", dan menyimpulkan bahwa "hasil akhir adalah milik orang-orang yang benar."
Ayat untuk delegasi China lebih lembut lagi: "Allah menetapkan ini hanya sebagai kabar baik bagi kalian dan ketenangan bagi hati kalian. Dan kemenangan hanya datang dari Allah."
Ayat-ayat Al-Qur'an untuk Poros Perlawanan
Bagi Hamas, Jihad Islam Palestina, Hizbullah, Houthi, Hashd al-Shaabi Irak, dan Taliban di Afghanistan, ayat-ayat yang dipilih memiliki tema yang sama: mati syahid, janji yang tak terputus kepada Tuhan, dan kemenangan.
Hamas disambut dengan ayat yang menggambarkan "suatu kaum yang telah membuktikan kesetiaan mereka pada apa yang mereka janjikan kepada Tuhan”—sebagian yang “memenuhi janji mereka", sebagian lainnya “menunggu giliran mereka", dan tidak satu pun dari mereka yang “mengubah komitmen mereka sedikit pun.”
Ayat yang dipilih Hizbullah menjanjikan "keunggulan" bagi "orang-orang beriman sejati", menggambarkan kemunduran militer sebagai bagian dari siklus ilahi di mana Tuhan "memilih para martir" dan mengungkapkan siapa yang tetap setia.
Bagi Houthi Yaman, ayat yang dipilih adalah Surah Al-Fath ayat 29, sebuah bagian tentang kesetiaan, disiplin, dankebangkitan dalam menghadapi tekanan.
Ayat tersebut menggambarkan mereka yang bersama Nabi Muhammad SAW sebagai "teguh terhadap orang-orang kafir" dan "berbelas kasih satu sama lain", sebuah formulasi yang menggambarkan gerakan tersebut sebagai keras terhadap musuh-musuhnya tetapi terikat oleh solidaritas internal.
Hashd al-Shaabi Irak, bersama dengan pembacaan yang lebih luas untuk Irak sendiri, menerima sambutan yang baik.
Mereka sendiri menegaskan bahwa mereka yang “martir dalam membela Allah” bukanlah orang mati tetapi hidup, hanya saja berada di luar persepsi biasa.
Jihad Islam Palestina dan Taliban sama-sama dibacakan pembukaan Surah Al-Fath—“kemenangan yang jelas” yang diberikan agar kekurangan masa lalu dan masa depan diampuni dan karunia Allah disempurnakan.
Bahwa bagian yang sama digunakan untuk dua gerakan yang sangat berbeda—satu Palestina, satu Afghanistan—menunjukkan kesamaan tempat dalam hierarki kekerabatan ideologis Teheran, atau pesan bahwa kemenangan Taliban, dan sekarang Iran, atas Amerika dapat ditiru oleh Palestina melawan pendudukan Israel.
Pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an untuk delegasi Rusia, China, India, dan Mesir terdengar jauh lebih tenang. Ayat-ayat ini berbicara tentang kebenaran, ketenangan, dan pahala, bukan tentang pertempuran.
Ayat untuk delegasi Rusia berbicara tentang "Rumah Abadi di Akhirat", yang diperuntukkan bagi "mereka yang tidak mencari tirani atau kerusakan di bumi", dan menyimpulkan bahwa "hasil akhir adalah milik orang-orang yang benar."
Ayat untuk delegasi China lebih lembut lagi: "Allah menetapkan ini hanya sebagai kabar baik bagi kalian dan ketenangan bagi hati kalian. Dan kemenangan hanya datang dari Allah."
Lihat Juga :