Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Sabtu, 04 Juli 2026 - 06:27 WIB
loading...
Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Walid al-Khuraiji dan satu delegasi menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Foto/saudi gazette
A
A
A
TEHERAN - Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Walid al-Khuraiji dan satu delegasi secara tak terduga menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Sejumlah tokoh asing lainnya juga memberikan penghormatan terakhir pada Khamenei.
Pada bulan Maret, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mendesak Iran 'menghitung ulang' strateginya setelah serangan berulang kali terhadap pangkalan AS di kerajaan tersebut. Dia mengatakan toleransi terhadap serangan terhadap negara-negara Teluk terbatas.
Selain itu, keluarga mantan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan udara Israel pada tahun 2024, menghadiri upacara pemakaman Khamenei yang akan berlangsung hingga 9 Juli di Teheran.
Tokoh-tokoh asing lainnya yang memberikan penghormatan kepada Khamenei adalah Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi, mantan Presiden Irak Abdul Latif Rashid, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, dan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan.
Daftar hadirin juga termasuk mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz, dan Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Walid al-Khuraiji, selain delegasi dari Qatar, Mesir, dan Oman.
Para pemimpin asing dan delegasi regional memberikan penghormatan terakhir di peti jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang telah dibunuh itu.
Peti jenazahnya yang diselimuti bendera disemayamkan di Grand Mosalla di Teheran saat Iran memulai upacara pemakaman kenegaraan selama seminggu.
Sementara itu, Amerika Serikat harus menerima bahwa realitas telah berubah setelah perang Israel-AS melawan Iran, menurut Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pertemuan dengan ketua parlemen Uzbekistan.
“Kondisi telah membaik dibandingkan masa lalu, dan perkembangan pasca-perang telah menyebabkan Amerika menerima realitas yang ada,” kata Ghalibaf. “Dalam lingkungan seperti itu, hubungan perdagangan dapat diperluas lebih lanjut, dan kami berharap landasan untuk pencabutan sanksi juga akan dipersiapkan.”
“Dengan pengelolaan bersama Iran dan Oman di Teluk Persia dan Selat Hormuz serta pengurangan campur tangan Amerika di kawasan tersebut, peluang yang lebih baik akan tercipta untuk pengembangan kerja sama transit,” tambah Ghalibaf.
Baca juga: IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Pada bulan Maret, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mendesak Iran 'menghitung ulang' strateginya setelah serangan berulang kali terhadap pangkalan AS di kerajaan tersebut. Dia mengatakan toleransi terhadap serangan terhadap negara-negara Teluk terbatas.
Selain itu, keluarga mantan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan udara Israel pada tahun 2024, menghadiri upacara pemakaman Khamenei yang akan berlangsung hingga 9 Juli di Teheran.
Tokoh-tokoh asing lainnya yang memberikan penghormatan kepada Khamenei adalah Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi, mantan Presiden Irak Abdul Latif Rashid, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, dan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan.
Daftar hadirin juga termasuk mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz, dan Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Walid al-Khuraiji, selain delegasi dari Qatar, Mesir, dan Oman.
Para pemimpin asing dan delegasi regional memberikan penghormatan terakhir di peti jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang telah dibunuh itu.
Peti jenazahnya yang diselimuti bendera disemayamkan di Grand Mosalla di Teheran saat Iran memulai upacara pemakaman kenegaraan selama seminggu.
Sementara itu, Amerika Serikat harus menerima bahwa realitas telah berubah setelah perang Israel-AS melawan Iran, menurut Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pertemuan dengan ketua parlemen Uzbekistan.
“Kondisi telah membaik dibandingkan masa lalu, dan perkembangan pasca-perang telah menyebabkan Amerika menerima realitas yang ada,” kata Ghalibaf. “Dalam lingkungan seperti itu, hubungan perdagangan dapat diperluas lebih lanjut, dan kami berharap landasan untuk pencabutan sanksi juga akan dipersiapkan.”
“Dengan pengelolaan bersama Iran dan Oman di Teluk Persia dan Selat Hormuz serta pengurangan campur tangan Amerika di kawasan tersebut, peluang yang lebih baik akan tercipta untuk pengembangan kerja sama transit,” tambah Ghalibaf.
Baca juga: IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
(sya)
Lihat Juga :