Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC

Jum'at, 03 Juli 2026 - 20:27 WIB
loading...
A A A
Kepanikan ini terjadi di tengah gelombang panas yang memecahkan rekor di Prancis, di mana suhu melebihi 40 derajat Celcius di banyak daerah dan negara itu mencatat hari terpanas dalam sejarah pekan lalu.

Cuaca ekstrem memaksa sekolah-sekolah untuk tutup, membebani rumah sakit, mengganggu transportasi, dan mengurangi produksi listrik.

Badan kesehatan masyarakat Prancis memperkirakan gelombang panas akhir Juni menyebabkan sekitar 1.000 kematian tambahan.

Pada puncaknya, kematian harian meningkat di atas 1.200, dibandingkan dengan rata-rata sebelum gelombang panas sekitar 900 hingga 1.000 per hari. Para pejabat telah memperingatkan jumlah korban jiwa dapat meningkat.

Kegilaan belanja juga kembali memicu perdebatan tentang terbatasnya penggunaan pendingin ruangan di negara itu, dengan hanya sekitar seperempat rumah tangga yang dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Jajak pendapat Ipsos baru-baru ini menemukan 78% warga Prancis percaya hal itu berbahaya bagi lingkungan; satu dari enam orang mengatakan mereka lebih memilih menahan panas demi planet ini.

Para pemerhati lingkungan telah memperingatkan penggunaan pendingin ruangan secara luas akan meningkatkan permintaan listrik dan memperparah panas perkotaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Ribuan Warga Padati...
Ribuan Warga Padati Alun-alun Klaten, Joget dan Nyanyi Bareng di Road to Kilau Raya MNCTV
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
Bencana Alam dan Gelombang...
Bencana Alam dan Gelombang Panas Jadi Peringatan Dekatnya Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved