Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS

Kamis, 02 Juli 2026 - 13:05 WIB
loading...
A A A
Di Belahan Bumi Utara, arus jet ada karena perbedaan suhu antara Khatulistiwa dan kutub, menurut Met Office, layanan cuaca Inggris. Udara kutub yang dingin berada di utara arus jet, sementara udara tropis yang lebih hangat berada di selatan, dan gradien suhu inilah yang mendorong angin.

Seringkali angin jet stream mengikuti jalur yang relatif lurus, tetapi juga dapat berbelok dan melengkung. Ketika ini terjadi, sistem cuaca melambat, terkadang memungkinkan area tekanan tinggi atau kubah panas untuk berkembang dan mendominasi. Sederhananya, inilah bagaimana kubah panas di atas Eropa dan Amerika Serikat terbentuk.

Meskipun mengaitkan satu gelombang panas dengan perubahan iklim membutuhkan analisis yang ekstensif, para ilmuwan tidak ragu bahwa gelombang panas di seluruh dunia menjadi lebih panas, lebih sering, dan lebih lama, dan Eropa memanas lebih cepat daripada benua lain mana pun.

Sebelas tahun terakhir merupakan tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat. Organisasi Meteorologi Dunia mengonfirmasi pada Maret 2025 bahwa 2024 adalah tahun terpanas dan tahun pertama di mana permukaan Bumi lebih dari 1,5 derajat Celcius di atas rata-ratanya selama era pra-industri.

Gelombang panas yang luar biasa ini sebagian besar disebabkan oleh emisi gas penangkap panas yang terus berlanjut, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved