Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Kamis, 02 Juli 2026 - 13:05 WIB
loading...
Gelombang panas sekarang mulai melanda Amerika Serikat dan Kanada setelah sebelumnya menyengat wilayah Eropa. Foto/Al Jazeera
A
A
A
WASHINGTON - Gelombang panas ekstrem dan berkepanjangan telah melanda wilayah Eropa dalam beberapa minggu terakhir. Sekarang Kanada dan Amerika Serikat (AS) menghadapi giliran mereka, dengan suhu yang diperkirakan akan melonjak ke tingkat yang memecahkan rekor bagi jutaan orang minggu ini.
Di Eropa, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1.300 orang tewas akibat gelombang panas ekstrem sejak Juni.
Baca Juga: Jalan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional AS (NWS), sekitar 120 juta orang di seluruh negeri berada di bawah peringatan panas ekstrem sejak hari Selasa, menjelang liburan akhir pekan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli).
Di utara, sebagian besar Kanada mulai mengalami gelombang panasnya sendiri pada hari Selasa, dengan suhu hingga 37 derajat Celsius diperkirakan terjadi di Ontario.
Mengutip laporan The New York Times, Kamis (2/7/2026), meskipun panas ekstrem di Eropa tidak melintasi Atlantik untuk secara langsung memicu gelombang panas di Amerika Serikat dan Kanada, peristiwa-peristiwa tersebut terkait erat melalui pola atmosfer global yang sama.
Di Eropa, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1.300 orang tewas akibat gelombang panas ekstrem sejak Juni.
Baca Juga: Jalan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional AS (NWS), sekitar 120 juta orang di seluruh negeri berada di bawah peringatan panas ekstrem sejak hari Selasa, menjelang liburan akhir pekan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli).
Di utara, sebagian besar Kanada mulai mengalami gelombang panasnya sendiri pada hari Selasa, dengan suhu hingga 37 derajat Celsius diperkirakan terjadi di Ontario.
Mengutip laporan The New York Times, Kamis (2/7/2026), meskipun panas ekstrem di Eropa tidak melintasi Atlantik untuk secara langsung memicu gelombang panas di Amerika Serikat dan Kanada, peristiwa-peristiwa tersebut terkait erat melalui pola atmosfer global yang sama.
Lihat Juga :