AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran

Kamis, 02 Juli 2026 - 08:59 WIB
loading...
AS Pertimbangkan Tarik...
Amerika Serikat dilaporkan telah mempertimbangkan untuk menarik pasukan dari Kerajaan Arab Saudi setelah kedua pihak berseteru terkait perang Iran. Foto/X @CENTCOM
A A A
RIYADH - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mempertimbangkan untuk menarik pasukannya dari Kerajaan Arab Saudi. Kedua negara yang bersekutu ini sedang berseteru karena langkah Washington meluncurkan perang terhadap Iran telah berdampak besar bagi seluruh kawasan Timur Tengah.

Niat Washington menarik pasukan dari kerajaan tersebut diungkap The Wall Street Journal (WSJ) dalam laporan yang diterbitkan hari Rabu.

Baca Juga: Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan

Seorang pejabat intelijen Timur Tengah mengatakan kepada The Times of Israel bahwa hubungan antara kedua negara telah memburuk secara substansial karena perang Iran. Dia juga mengonfirmasi laporan WSJ.

Arab Saudi telah menolak mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalannya untuk melaksanakan Project Freedom—operasi Angkatan Laut Amerika yang bertujuan untuk mematahkan kendali Iran atas Selat Hormuz dengan mengawal kapal-kapal yang terjebak keluar dari selat tersebut.

Menurut laporan WSJ, pangkalan dan wilayah udara Arab Saudi sangat penting untuk operasi tersebut dan penolakan Riyadh untuk bekerja sama memaksa AS untuk membatalkan misi tersebut. Pada saat itu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran yang membuatnya membatalkan Project Freedom meski baru berjalan kurang dari dua hari.

Marah dengan keputusan Arab Saudi, Gedung Putih mengancam akan menahan pengiriman rudal pencegat yang telah digunakan Riyadh untuk menembak jatuh rudal dan drone Iran, imbuh laporan WSJ, mengutip pejabat AS dan Arab yang mengetahui masalah tersebut.

Riyadh pada akhirnya mengalah dan Project Freedom dilanjutkan secara diam-diam, tetapi kerusakan hubungan tidak akan mudah diperbaiki, kata para pejabat AS.

AS sekarang mempertimbangkan untuk mengurangi kehadiran militernya di Arab Saudi, kata para pejabat AS kepada WSJ.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Di Rakernas APEKSI,...
Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved