AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:12 WIB
loading...
AS Serang Iran 2 Hari...
Militer AS telah menyerang Iran dua hari berturut-turut, klaim sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Foto/X @CENTCOM
A A A
TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap wilayah Iran untuk hari kedua berturut-turut pada hari Sabtu sebagai respons terhadap serangan terhadap kapal-kapal komersial yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Dimulainya kembali permusuhan terbuka menguji perjanjian perdamaian pendahuluan yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni.

"Pasukan Amerika menargetkan infrastruktur pengawasan militer Iran, sistem komunikasi, situs pertahanan udara, fasilitas penyimpanan pesawat tak berawak, dan kemampuan penyebar ranjau," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) di X, Minggu (28/6/2026).

Baca Juga: AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika

Serangan tersebut, kata CENTCOM, merupakan respons terhadap serangan drone terhadap kapal tanker minyak berbendera Panama, Kiku, pada hari yang sama.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan di Teluk yang telah menyebabkan AS dan Iran saling baku tembak dalam beberapa hari terakhir.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menyerang kapal kargo berbendera Singapura di dekat pantai Oman pada hari Kamis, sebuah serangan yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai "pelanggaran bodoh" terhadap gencatan senjata.

Militer AS merespons dengan serangan terhadap lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta lokasi radar pantai pada hari Jumat, di mana CENTCOM mengeklaim bahwa "perilaku berbahaya" Iran merusak kebebasan navigasi di koridor perdagangan strategis.

"Iran diberi kesempatan untuk menghormati perjanjian gencatan senjata yang rapuh setelah serangan itu, tetapi memilih untuk tidak melakukannya," lanjut CENTCOM.

Memorandum Kesepahaman (MoU) 14 poin, yang ditandatangani presiden kedua negara secara elektronik pekan lalu, memperpanjang jeda pertempuran selama 60 hari dan memulihkan navigasi tanpa batasan melalui Selat Hormuz. Perjanjian tersebut menetapkan bahwa Iran harus menggunakan upaya terbaiknya untuk memastikan jalur pelayaran yang aman dan bebas biaya bagi kapal-kapal komersial selama periode tersebut.

Meskipun selat tersebut secara teknis terbuka, narasi yang saling bertentangan tentang siapa yang memegang kendali atas pos pemeriksaan maritim yang penting tersebut telah muncul dan Iran telah mencoba untuk menutupnya kembali.

Ancam Mengerikan Trump terhadap Iran


Sementara itu, Trump mengancam akan membuat negara Iran tidak akan ada lagi dengan alasan Teheran melanggar perjanjian gencatan senjata. Ancaman mengerikan ini disampaikan setelah serangan terbaru militer Amerika terhadap negara Islam tersebut.

“Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, dan situs radar pantai, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!” tulis Trump di Truth Social, pada hari Minggu.

“Sangat mungkin mereka tidak akan pernah belajar! Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses,” lanjut dia.

“Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” imbuh Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved