Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:18 WIB
loading...
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia resmi izinkan wilayahnya jadi lokasi pengerahan senjata nuklir NATO, langkah yang membuat Rusia jadi terancam. Foto/National Interest
A A A
HELSINKI - Presiden Finlandia Alexander Stubb telah menandatangani amandemen Undang-Undang Energi Nuklir yang mengizinkan senjata nuklir NATO untuk dikerahkan di wilayah negara Nordik tersebut. Pada awal bulan ini, parlemen setempat telah mendukung pencabutan larangan senjata yang telah lama berlaku.

Langkah Finlandia ini membuat Rusia terancam karena perseteruan Moskow dengan NATO yang semakin memanas. Selain itu, kedua negara berbatasan langsung sepanjang 1.340 km.

Baca Juga: Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah

Pencabutan larangan senjata nuklir ini terjadi tiga tahun setelah Helsinki meninggalkan kebijakan netralitas militer yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan bergabung dengan NATO. Bergabungnya Finlandia ke dalam blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan ketegangan serius dengan Rusia,

“Presiden Republik telah menyetujui proposal tersebut,” menurut situs web pemerintah Finlandia, yang dikutip Russia Today, Minggu (28/6/2026). Situs tersebut juga menyatakan bahwa norma-norma baru akan mulai berlaku pada 1 Juli. Berdasarkan aturan baru tersebut, Finlandia akan dapat mengimpor, mentransit, memasok, dan menyimpan senjata nuklir.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Finlandia Antti Hakkanen berpendapat bahwa larangan total terhadap bahan peledak nuklir era Perang Dingin tidak sesuai dengan peran baru negara tersebut sebagai anggota NATO. "Amandemen tersebut memungkinkan pemanfaatan penuh pencegahan nuklir NATO,” katanya menjelang pemungutan suara parlemen, sambil mengecam partai-partai yang menentang perubahan tersebut karena mengandalkan pandangan “keliru” dari beberapa orang yang disebut pembela perdamaian.

Stubb, seorang yang dikenal sebagai pendukung garis keras anti-Rusia, menandatangani amandemen tersebut menjadi undang-undang hanya sehari setelah dia menyatakan bahwa dia "optimis secara realistis” tentang hasil perang Ukraina dalam sebuah wawancara dengan Politico, dan di sisi lain masih berbicara tentang “kegagalan strategis” Rusia.

Moskow memperingatkan Helsinki awal tahun ini agar tidak mencabut larangan senjata nuklir, di mana juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa hal itu dapat menyebabkan peningkatan ketegangan di benua Eropa. "Dengan menempatkan senjata nuklir di wilayahnya, Finlandia mulai mengancam kami. Dan jika Finlandia mengancam kami, kami akan mengambil tindakan yang sesuai," katanya.

Rusia juga menggambarkan keputusan Finlandia sebagai "konfrontasi terkonsentrasi", dengan kedutaan Moskow di Helsinki memperingatkan bahwa bahkan kemungkinan "teoretis" munculnya senjata nuklir di tanah Finlandia akan dicatat oleh perencana militer Rusia.

Pada hari Rabu, perwakilan tetap Moskow di kantor PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, memperingatkan bahwa Rusia akan memperlakukan senjata nuklir di perbatasannya, baik di Finlandia maupun Polandia, sebagai ancaman langsung yang memerlukan tindakan balasan kompensasi.

"Apakah itu akan meningkatkan keamanan negara-negara [NATO] yang terkait? Saya sangat meragukannya," kata diplomat itu kepada RIA Novosti.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Berita Terkini
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved