3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:55 WIB
loading...
3 Alasan Denmark Larang...
Denmark larang mengumandangkan azan. Foto/X/@UrbanCourtyard
A A A
KOPENHAGEN - Denmark telah memperbarui rencana larangan nasional terhadap 'azan', atau seruan salat Islam, dengan Morten Bodskov, menteri imigrasi negara itu, mengklaim bahwa beberapa bagian negara terasa seperti "pinggiran kota Islamabad".

Bodskov mengklaim bahwa "Islamisasi" yang merayap telah mengambil alih ruang publik di Denmark. Ia mengatakan bahwa seruan azan seharusnya tidak terdengar di atas atap rumah-rumah di Denmark dan seharusnya tidak tampak seolah-olah seseorang telah berada di Islamabad saat berjalan-jalan di negara tersebut.

3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad

1. Tidak Ingin Kota-kota Denmark seperti Kota Islamabad

"Seruan azan seharusnya tidak terdengar di atas atap rumah-rumah di Denmark," katanya kepada media berita Ritzau. "Itu tidak memiliki tempat di Denmark, dan Anda seharusnya tidak ragu apakah Anda telah berada di pinggiran kota Islamabad ketika Anda berjalan-jalan di Denmark."

Sementara itu, di beberapa bagian negara, seperti Denmark, peraturan daerah melarang penyiaran seruan azan melalui pengeras suara karena batasan kebisingan. Bahkan, Masjid Agung Kopenhagen pun menahan diri untuk tidak menyiarkan seruan azan di luar ruangan.

Ini bukan pertama kalinya Denmark mengeluarkan undang-undang yang melarang tradisi Islam. Awal tahun ini, cadar, atau niqab, dilarang di ruang publik. Mandat untuk menghapus ruang salat yang ditentukan dari lembaga pendidikan juga merupakan bagian dari undang-undang tersebut.

2. Mengutamakan Demokrasi

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen membela undang-undang tersebut tahun lalu dengan mengatakan bahwa "demokrasi lebih diutamakan" daripada ekspresi keagamaan di depan umum.

"Tuhan harus menyingkir," kata Frederiksen.

Frederiksen menuduh bahwa ruang doa di universitas dapat digunakan untuk "kontrol sosial dan penindasan".

"Ini bukan diskusi tentang apakah kita menginginkannya atau tidak," kata Frederiksen.

"Kami secara aktif mengambil posisi bahwa kami tidak menginginkannya karena hal itu digunakan sebagai mekanisme penindasan terhadap anak perempuan dan berpotensi juga anak laki-laki."

3. Akan Diberlakukan secara Nasional

Denmark sedang meninjau apakah larangan nasional terhadap seruan salat Islam yang disiarkan melalui pengeras suara dapat diberlakukan. Bodskov menyatakan pemerintah sedang menyelidiki cara menerapkan pembatasan tersebut sambil mempertimbangkan perlindungan konstitusional negara untuk kebebasan beragama.

Pada tahun 2023, kelompok sayap kanan di Denmark membakar salinan Al-Quran di luar kedutaan besar negara-negara mayoritas Muslim, yang memicu reaksi keras global.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved