Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika

Jum'at, 26 Juni 2026 - 16:29 WIB
loading...
Tolak Klaim AS, Iran...
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin tim negosiasi negara itu, menolak klaim Amerika Seriikat bahwa aset Teheran yang dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika. Pernyataan itu muncul seiring proses negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang.

“Amerika secara keliru mengklaim aset kami yang dicairkan akan digunakan untuk membeli hasil pertanian mereka,” tulis Qalibaf di X.

“Satu-satunya tanaman yang kami panen adalah apa yang Anda tanam: puluhan tahun ketidakpercayaan,” tambahnya. “Ini organik, berlimpah, dan hasil pertanian dalam negeri.”

Qalibaf juga mengkritik rekam jejak perdagangan dan politik Washington, dengan mengatakan, “AS hanya mengekspor kedelai GMO, janji yang dilanggar, dan pembicaraan sampah.”

Pernyataannya muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa bantuan keuangan awal untuk Teheran akan melibatkan sekitar USD500 juta dalam bentuk barang-barang Amerika.

Trump mengatakan tidak ada uang tunai yang akan diberikan langsung ke Teheran dan Washington akan menggunakan dana Iran yang dikendalikan untuk membayar petani Amerika untuk ekspor seperti jagung dan gandum.

“Makanan sangat dibutuhkan di Iran, dan kami akan membelinya untuk mereka secara eksklusif dari Amerika Serikat,” kata Trump.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada hari Rabu bahwa AS akan mengawasi pelepasan dana beku Iran di Teluk berdasarkan kesepakatan Iran Trump.

“Uang apa pun yang diterima Iran terlebih dahulu akan digunakan untuk kepentingan rakyat Iran. Itu akan menjadi dana beku Iran,” ujar Bessent.

Bessent mengatakan uang awal kemungkinan akan dilepaskan dari Qatar, menambahkan pejabat Departemen Keuangan AS akan berada di Doha untuk mengawasi bagaimana uang tersebut dialokasikan.

Ia mengatakan “persentase yang sangat besar” dari dana tersebut akan digunakan untuk membeli bahan makanan dan obat-obatan AS.

Dia menambahkan Washington akan “mengalihkan kembali uang tersebut ke produk AS” di bawah pengawasan Departemen Keuangan di Timur Tengah.

Komentar tersebut muncul di tengah perdebatan yang sedang berlangsung mengenai implementasi kesepahaman Iran-AS baru-baru ini, yang mencakup ketentuan tentang pencabutan sanksi dan pelepasan aset beku Iran.

Perjanjian tersebut, yang dimediasi Pakistan, mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump.

Baca juga: Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
World Tour 2026, Kyrie...
World Tour 2026, Kyrie Irving Diserbu Penggemar di Jakarta
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Berita Terkini
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved