Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Jum'at, 26 Juni 2026 - 13:57 WIB
loading...
Mustafa Taha Mustafa Al-Khatib, pria Palestina tak bersenjata yang ditembak mati tentara Israel saat sedang tidur di rumahnya di Tepi Barat. Foto/X/@MiddleEastEye
A
A
A
TEPI BARAT - Tentara Israel telah menembak mati seorang pria Palestina tak bersenjata saat dia masih tidur selama penggerebekan militer sebelum subuh di Tepi Barat bagian utara yang diduduki pada hari Kamis. Anggota keluarga mengatakan korban ditembak beberapa kali di dalam kamar tidurnya.
Mustafa Taha Mustafa Al-Khatib (32) tewas setelah tentara Israel memaksa masuk ke rumahnya di kota Sarta, sebelah barat Salfit. Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas di seluruh wilayah tersebut, di mana tentara melakukan penggeledahan dan penangkapan di beberapa rumah sebelum mencapai bagian selatan kota, tempat Al-Khatib tinggal sendirian.
Baca Juga: Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menurut paman korban, Yassin Al-Khatib, yang berbicara kepada The New Arab, Jumat (26/6/2026), tentara mendobrak pintu setelah Mustafa lambat merespons karena sedang tidur. Saat dia terbangun dan mencoba berpakaian, tentara menyerbu kamar tidurnya dan melepaskan tembakan, membunuhnya di tempat kejadian.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan kepada kantor berita Palestina; Wafa, bahwa kru mereka diberitahu setibanya di tempat kejadian bahwa Al-Khatib telah meninggal. Anggota keluarga mengatakan bahwa para warga dicegah mendekati korban untuk memberikan bantuan medis.
Petugas medis darurat mendokumentasikan beberapa luka tembak, termasuk empat di dada, serta luka di bahu, leher, dan siku.
Yassin Al-Khatib juga menuduh tentara Israel meletakkan pisau di dekat pintu masuk rumah setelah penembakan, yang menurut keluarga merupakan upaya untuk menyiratkan bahwa Mustafa telah menimbulkan ancaman.
Pemakaman Mustafa diadakan di Sarta pada Kamis sore.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah dua remaja Palestina, berusia 15 dan 19 tahun, tewas akibat tembakan tentara Israel pada Senin pagi di kota Beit Ummar, utara Hebron, dekat pemukiman ilegal Karmei Tzur.
Kematian Al-Khatib menambah jumlah warga Palestina yang tewas akibat pasukan dan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat tahun ini menjadi 72 orang, termasuk 17 anak-anak.
Di tempat lain di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel melanjutkan penggerebekan penangkapan dan operasi militer.
Di daerah Nablus, setidaknya tiga pemuda ditahan setelah penggerebekan di rumah-rumah keluarga di Tubas. Dua anak di bawah umur, berusia 15 dan 16 tahun, juga ditangkap di desa Qaryut dan Majdal Bani Fadil.
Dalam insiden terpisah, dua warga Kafr Qaddum, sebelah timur Qalqilya, ditangkap setelah penggerebekan subuh selama empat jam, sementara lima lainnya ditahan di Deir Qadis, sebelah barat Ramallah.
Mustafa Taha Mustafa Al-Khatib (32) tewas setelah tentara Israel memaksa masuk ke rumahnya di kota Sarta, sebelah barat Salfit. Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas di seluruh wilayah tersebut, di mana tentara melakukan penggeledahan dan penangkapan di beberapa rumah sebelum mencapai bagian selatan kota, tempat Al-Khatib tinggal sendirian.
Baca Juga: Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menurut paman korban, Yassin Al-Khatib, yang berbicara kepada The New Arab, Jumat (26/6/2026), tentara mendobrak pintu setelah Mustafa lambat merespons karena sedang tidur. Saat dia terbangun dan mencoba berpakaian, tentara menyerbu kamar tidurnya dan melepaskan tembakan, membunuhnya di tempat kejadian.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan kepada kantor berita Palestina; Wafa, bahwa kru mereka diberitahu setibanya di tempat kejadian bahwa Al-Khatib telah meninggal. Anggota keluarga mengatakan bahwa para warga dicegah mendekati korban untuk memberikan bantuan medis.
Petugas medis darurat mendokumentasikan beberapa luka tembak, termasuk empat di dada, serta luka di bahu, leher, dan siku.
Yassin Al-Khatib juga menuduh tentara Israel meletakkan pisau di dekat pintu masuk rumah setelah penembakan, yang menurut keluarga merupakan upaya untuk menyiratkan bahwa Mustafa telah menimbulkan ancaman.
Pemakaman Mustafa diadakan di Sarta pada Kamis sore.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah dua remaja Palestina, berusia 15 dan 19 tahun, tewas akibat tembakan tentara Israel pada Senin pagi di kota Beit Ummar, utara Hebron, dekat pemukiman ilegal Karmei Tzur.
Kematian Al-Khatib menambah jumlah warga Palestina yang tewas akibat pasukan dan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat tahun ini menjadi 72 orang, termasuk 17 anak-anak.
Di tempat lain di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel melanjutkan penggerebekan penangkapan dan operasi militer.
Di daerah Nablus, setidaknya tiga pemuda ditahan setelah penggerebekan di rumah-rumah keluarga di Tubas. Dua anak di bawah umur, berusia 15 dan 16 tahun, juga ditangkap di desa Qaryut dan Majdal Bani Fadil.
Dalam insiden terpisah, dua warga Kafr Qaddum, sebelah timur Qalqilya, ditangkap setelah penggerebekan subuh selama empat jam, sementara lima lainnya ditahan di Deir Qadis, sebelah barat Ramallah.
(mas)
Lihat Juga :